Mengisi Perdamaian Aceh Dengan Pembangunan Bermartabat

  • Whatsapp
program aceh green nova iriansyah dan presiden jokowi
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bersama Presiden Joko WidodoHadiri KTT ASEAN Ke-34 di Bangkok. Foto: Ist

PERDAMAIAN merupakan modal utama dan yang terpenting dalam melaksanakan pembangunan di Aceh. Didukung dengan dukungan dan peranserta seluruh masyarakat, dalam mendukung program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Aceh.

10. Aceh Dame

Bacaan Lainnya

Program Aceh Dame merupakan program penguatan pelaksanaan UUPA sesuai prinsip-prinsip MoU Helsinki secara konsisten dan komprehensif. Artinya seluruh program pembangunan Aceh berbasis pengarusutamaan damai.

Plt Gubernur Aceh Bersilaturahmi dengan Masyarakat
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Ist

Penguatan kapasitas Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh adalah upaya pemerintah dengan cara memasukkan pendidikan damai (peace education) dalam kurikulum sekolah.

11. Aceh Meuadab

Selama 2 tahun terakhir pemerintah Aceh gencar menyosialisasikan agar masjid di berbagai daerah tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, namun juga harus menjadi tempat pusat pemberdayaan umat. Hingga pertengahan 2019, masjid maupun meunasah di semua daerah di Aceh yang dapat diakses oleh masyarakat kian bertambah. Ada 169 masjid dan meunasah yang telah dibangun melalui program Aceh Meuadab, dengan menggunakan berbagai sumber dana baik pusat maupun Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tentunya.

Plt Gubenrur Aceh peletakan batu pertama masjid

Membentuk perilaku masyarakat Aceh yang meuadab, juga dilakukan melalui tempat pendidikan. Setiap jenjang pendidikan sekolah di seluruh Aceh, baik SD, SMP maupun SMA, telah menerapkan kurikulum Islami. Dengan demikian, Aceh akan mencetak masyarakat yang berakhlakul karimah, karena telah dibina semenjak dalam masa pendidikan. Penerapan kurikulum tersebut, sesuai dengan perintah Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pendidikan.

12. Aceh Teuga

Aceh terus membina dan melatih atlet usia muda. Salah satunya di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh. Sejumlah kejuaraan nasional yang diikuti oeh atlet Aceh. Mereka berhasil meraih prestasi di berbagai cabang olahraga. Di antaranya, kejuaraan nasional sepakbola PPLP tahun 2018, kejuaraan nasional karate antar PPLP tahun 2018, kejuaraan nasional Anggar PPLP/PPLPD, kejuaraan nasional panahan antar PPLP, kejuaraan nasioanl atletik antar PPLP, kejuaraan nasional Jawa Timur Open.

Untuk terus menjaga dan meningkatkan prestasi bidang olahraga Aceh, pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, menghadirkan pelatih dari luar negeri untuk membina atlet sepakbola U-16 dalam kurun waktu 2018-2019. Kemudian, pembinaan atlet usia 16-18 dengan jumlah 150 orang setiap tahun diasramakan di PPLP daerah di Lhong Raya, Banda Aceh.

Selain itu, pemerintah juga melakukan program tryout kepada para atlet di Aceh. Tryout merupakan program untuk pembinaan peningkatan prestasi atlet Aceh melalui ajang uji coba pertandingan. Pada tahun 2019, pemerintah membawa atlet hasil lagi Aceh usia 16-18 tahun untuk tryout ke Australia.

Provinsi Aceh bersama Sumatera Utara juga telah berhasil memenangkan suara terbanyak pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat pada April 2018 silam untuk menjadi tuan rumah PON (Pekan Olahraga Nasional)  2024.

13. Aceh Green

Program Aceh Green merupakan salah satu bukti kuatnya komitmen Pemerintah Aceh untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup di Bumi Serambi Mekah. Salah satu upaya pemerintah  adalah melanjutkan moratorium penebangan hutan.

Semenjak berakhirnya moratorium tambang setahun silam, pemerintah tidak mengeluarkan lagi izin tambang baru untuk logam maupun batubara. Hal tersebut dilakukan guna melestarikan hutan Aceh. Sampai April 2019, moratorium tersebut membuktikan bahwa sudah 98 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Aceh dicabut, atau disebut dengan Surat Keputusan pengakhiran. Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, pemerintah Aceh lebih fokus kepada pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Selain itu, pemerintah Aceh juga berkomitmen melakukan berbagai upaya penanggulangan dalam menghadapi berbagai macam bencana yang terjadi di Aceh. Salah satu jalan yang dilakukan pemerintah adalah menciptakan masyarakat tanggap bencana melalui pelatihan manajemen kebencanaan terhadap 5000 orang. Masyarakat yang dilatih tersebut nantinya dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) di bidang manajemen penanggulangan bencana di Aceh.

14. Aceh Seuninya

Aceh Seuninya adalah program untuk mewujudkan seluruh masyarakat Aceh  hidup secara bermartabat dengan memiliki rumah yang layak  huni dan memenuhi standar minimum kesehatan. Selama 2 tahun kepemimpinan Irwandi-Nova di Aceh, pemerintah Aceh telah melaksanakan rehabilitasi rumah tidak layak huni di seluruh daerah di Aceh.

Bahkan pada tahun 2018, provinsi Aceh berhasil menjadi salah satu daerah terbaik dalam melaksanakan program unggulan Kementrian social (Kemensos), yakni program keluarga harapan (PKH). PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan PKH.

Plt Gubenur serahkan bantuan

Selain itu, selama 2 tahun roda pemerintahan Aceh di bawah Irwandi-Nova, pemerintah telah menyelesaikan berbagai persmasalahan masyarakat Aceh di luar negeri. Misalnya, baru-baru ini melalui Dinas Sosial Aceh pemerintah telah memulangkan nelayan Aceh yang ditahan di Vietnam, karena telah melakukan penangkapan di wilayah negara tersebut. Kemudian, pemerintah juga menyalurkan bantuan fasilitas untuk penyandang cacat, bantuan hibah anak miskin, serta pembebasan biaya untuk orang sakit.

15. Aceh Seumeugot

Pemerintahan Irwandi- Nova juga getol membangun proyek infrastruktur hingga ke daerah. Cita-citanya adalah konektivitas antar-wilayah. Pemerintah telah berhasil membangun sarana infrastruktur baik konektivitas maupun sebagai penunjang aktivitas masyarakat, seperti jalan, jembatan, waduk dan irigasi.

Plt Gubernur Aceh Tinjau Tol

Bahkan pemerintah Aceh telah berhasil melobi pusat untuk melaksakan proyek strategis nasional (PSN) di provinsi ujung Sumatera itu. PSN tersebut adalah pembangunan jalan tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 kilometer.

Selanjutnya, pemerintah Aceh telah melakukan penyelesaian sarana prasarana perlindungan pemukiman, pertanian dan pusat kegiatan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota. (adv)

Pos terkait