Mengolah Batang Pisang untuk Pakan Ternak

  • Whatsapp
cara mengolah batang pisang jadi pakan ternak
Foto: Wahyu - Kanalinspirasi.com

Kanalinspirasi.com, Blangpidie – Model petani beternak kambing atau sapi di wilayah Aceh Barat Daya dan sekitarnya secara turun-temurun adalah dengan cara dilepas bebas yang mana hewan ternak mencari makan sendiri tanpa pengawasan gembala.

Tidak jarang cara seperti itu menimbulkan berbagai persoalan sosial seperti terjadinya keributan dengan tetangga akibat ternak memakan dan merusak tanaman. Bahkan tidak jarang pemilik ternak kehilangan kambing karena dengan mudah dicuri orang akibat dilepas tanpa penggembala, atau terjadinya pembunuhan terhadap ternak oleh orang yang merasa dirugikan.

Bacaan Lainnya

Fenomena model beternak semacam itu dicermati oleh beberapa orang warga Gampong Padang Sikabu, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) sebagai sesuatu yang harus dirubah.

Adalah Rasyidi seorang sarjana pemuda setempat yang mulai menggagas pembuatan pakan ternak fermentasi dibantu Iwan Lombok dengan memanfaatkan batang pisang, ampas kedelai dan dedak padi, atau bisa juga menggunakan daun sawit sebagai bahan utama selain batang pisang.

Proses fermentasi bisa berlangsung dalam 24 jam dan selanjutnya sudah bisa diberikan sebagai pakan ternak.

“Kalau dibandingkan dengan pola beternak orang lain, ini memang membutuhkan ketekunan dan kesabaran karena ada proses yang harus dilakukan. Tidak atau belum banyak yang tertarik model seperti yang kami lakukan ini.” Ungkap Aci panggilan akrab Rasyidi di sela kegiatannya mencacah batang pisang.

“Pakan ini sebagai alternatif terutama disaat kesulitan pakan hijauan dan bisa disimpan hingga seminggu,” terangnya.

Pada situasi tertentu adakalanya kambing dilepas juga sebagai penyegaran, yang penting pada masa dimana tidak ada potensi merusak tanaman milik orang lain, terang Iwan yang bermitra dengan Aci.

Proses dimulai dengan mencacah batang pisang kemudian dicampur dengan ampas tahu dan dedak, lalu dtaburi garam, kemudian disiram dengan larutan probiotik yang sudah dicampur dengan air gula.

Setelah tercampur sempurna, bahan yang sudah padu dimasukkan ke dalam tong plastik/ember lalu ditutup rapat, untuk selanjutnya diperam minimal selama 24 jam.

Cara ini diyakini selain meminimalkan ternak menjarah tanaman dan mengurangi ketergantungan akan rumput, cara ini juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi daging karena pertumbuhan hewan menjadi lebih baik dan sehat.(wmk)

Pos terkait