Menteri Desa PDTT, Gus Halim : Janji Hidupkan Industri Cangkul di Aceh Utara

  • Whatsapp
menteri desa abdul halim iskandar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar turun langsung ke lokasi industri pande besi pembuatan cangkul di Desa Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Minggu (15/3). Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar turun langsung ke lokasi industri pande besi pembuatan cangkul di Desa Pande, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, Minggu (15/3).

Menteri Desa Abdul Halim dalam kunjungan kerjanya didampingi Anggota DPR RI asal Aceh, Haji Ruslan M. Daud, disambut Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, Keuchik Gampong Pande, De Junaidi, serta sejumlah unsur Forkopimda.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan, kunjungan itu bertujuan pihaknya ingin melihat secara langsung penyaluran dan pemanfaatan dana desa, sekaligus meninjau lokasi usaha pandai besi di Gampong Pande. “Ia berjanji akan menghidupkan industri cangkul di Kabupaten Aceh Utara,” kata menteri yang karib disapa Gus Halim.

Gus Halim berharap Desa Pande bisa menjawab kegelisahan Presiden beberapa waktu lalu, terkait impor cangkul besar-besaran. Gus Halim, mengaku akan mencarikan solusi agar produksi cangkul bisa ditingkatkan dan harga yang tidak kalah saing dengan produk cangkul impor.

Kemudian bahan bakunya juga lebih mudah didapatkan sehingga harganya terjangkau dan tidak kalah dengan barang impor. Diharapkan produksinya bisa memenuhi seluruh kebutuhan cangkul di Indonesia. “Masa cangkul saja impor, kan begitu,” ujar menteri yang karib disapa Gus Halim.

“Yang pasti kita usahakan pendekatannya dengan teknologi tepat guna. Artinya, tidak industri besar tapi juga tidak lagi secara manual untuk melakukan proses pembuatan padai besi tersebut. Ada manualnya tapi ada tingkatan sehingga tetap menyerap tenaga kerja. Ini kita rencanakan ke depan tentunya di kawasan pedesaan yang ada nantinya,” kata Gus Halim.

Sementara itu, Camat Tanah Pasir, T. Nadirsyah, menyebutkan, kedatangan Menteri Desa PDTT itu bermula sebelumnya pernah dilakukan videoconference pada 5 Februari 2020 di kantor camat setempat terkait pencairan dana desa tercepat 100 persen pada tahun 2019. Sehingga, Menteri Desa ketika itu melakukan video call dengan para Muspika maupun Muspida, dan Abdul Halim menerima beberapa informasi dari keuchik bahwa di Gampong Pande, Tanah Pasir, ada produk pandai besi bermacam alat perlengkapan pertanian/perkebunan.

“Maka beliau (Menteri Desa) sangat merespons produksi cangkul, karena Bapak Presiden RI (Joko Widodo) bertanya mengapa cangkul saja masih diimpor. Dari itulah Pak Abdul Halim berkeinginan untuk mengunjungi ke Gampong Pande guna melihat secara langsung usaha itu untuk pengembangan pandai besi khususnya cangkul,” ungkap Nadirsyah.

Sehingga, kata Nadirsyah, diharapkan produksi cangkul di Tanah Pasir bisa dipasarkan hingga tingkat nasional. Kata dia, Menteri Desa juga menyatakan akan memberikan bantuan modal, dukungan alat kerja dan bantuan untuk pemasaran. (*)

Pos terkait