Meriahnya Millennial Road Safety Festival di Abdya

  • Whatsapp

ABDYA – Agenda nasional terkait kampanye ketertiban dan keselamatan berlalu lintas yang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia juga dilaksanakan di Blangpidie, Aceh Barat Daya yang diikuti oleh lebih dari 4.000 orang, sesuai laporan panitia pelaksana.

Angka tersebut adalah kuota yang disiapkan oleh panitia meskipun sebenarnya pendaftar mencapai 5.000-an orang. Acara yang bertema “Mewujudkan Generasi Millennial Cinta Tertib Lalu-lintas Menuju Indonesia Gemilang” diawali dengan senam kolosal millennial dengan menampilkan gerakan zoomba digabung gerakan mengatur lalu-lintas.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung pada Minggu, (10/03/19), dibuka secara resmi pada pukul 08.15 wib oleh Kapolres Abdya AKBP Mohammad Basori, S. I. K. yang sebelumnya menyampaikan maksud dan tujuan acara serta dalam keterangannya menyebutkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Abdya pada periode 1 Januari hingga 10 Maret 2019 di wilayahnya terjadi 145 kasus dengan korban jiwa mencapai 28 orang.

Dalam sambutannya Kapolres tidak lupa berpesan untuk tidak ugal-ugalan di jalan, tetap gunakan helm bagi pemotor, patuhi peraturan lalu lintas guna tercapainya ‘zerro accident’.

Dalam kesempatan berikutnya, Wakil Bupati Abdya Muslizar, MT juga memberikan sambutan dan secara khusus memberikan pesan kepada para generasi millennial untuk melaksanakan ketertiban berlalu-lintas agar selamat diri sendiri dan selamat orang lain, rajin belajar dan bergaullah secara positif.

“Jadilah generasi yang cerdas, hindari penyalahgunaan narkoba, jadilah pelopor untuk mengatakan tidak pada narkoba.” Pesan Muslizar, MT. di akhir sambutannya.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan oleh hadirnya belasan stand dari pada berbagai elemen seperti perusahaan swasta di bidang penjualan sepeda motor, komunitas penggemar dan pengguna skuter, stand yang memamerkan motor gede merk ternama, Kejaksaan Negeri Abdya yang memamerkan mobil Waroeng Klinik Hukum, dan lain-lain.

Sementara salahsatu peserta Hayaturayyah atau Kak Ray yang merupakan pegiat sosial kemasyarakatan di Abdya mengkritisi ironisme yang bertema ketertiban tersebut.

“Kampanye tertib lalu-lintas hanya bersifat seremonial, sementara perilaku banyak peserta masih jauh dari sikap tertib dilihat dari sampah berserakan yang dibuang sembarangan oleh para peserta. Bagaimana bisa tertib lalu-lintas jika buang sampah saja tidak tertib.” Kritiknya.


REPORTER: Wahyu MK
EDITOR: Tim Redaksi

Pos terkait