Mewujudkan Pemerintahan Aceh yang Bersih dan Rakyat Kreatif

  • Whatsapp
Aceh membangun brand wisata halal
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Ist

PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata gencar mengampanyekan pariwisata halal. Aceh sebagai salah satu daerah kepariwisataan halal usai meraih peringkat kedua sebagai destinasi wisata halal unggulan Indonesia tahun 2019.

7. Aceh Kreatif

Bacaan Lainnya

Pemerintah Aceh dengan giatnya membangun brand wisata halal dengan terus menerus melakukan event yang bernuansa  keislaman, salah satunya dengan pelaksanaan Festival Ramadhan. Aceh juga terus meningkatkan objek wisata unggulan.

Tahun 2016 Aceh hanya memiliki 221 objek wisata dan meningkat menjadi 224 objek wisata unggulan di tahun 2018. Selain itu Aceh juga terus berinovasi dan meningkatkan pariwisata di Aceh khususnya pada Agro Wisata dengan memperkuat infrastruktur dan pengembangan agro wisata di Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah yang merupakan wilayah dataran tinggi di Aceh.

Aceh meraih penghargaan Peduli Perlindungan Konsumen pada tahun 2018, dengan masuk pada peringkat ke 3 terbaik nasional. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi oleh Kementerian Perdagangan terhadap Pemerintah Daerah yang telah menjadi penggerak dan contoh kepentingan perlindungan konsumen.

Selain itu Aceh juga mampu meningkatkan jumlah wisatawan mancan negara untuk datang ke Aceh, hal itu dibuktikan degan perolehan data  mencapai 76.452 orang kunjungan wisman pada tahun 2016, dan meningkat di tahun 2017 dengan perolehan 75.758 orang wisman, dan kembali meningkat di tahun 2018 dengan jumlah 106.281 orang wisman.

Sedangkan untuk wisatawan nusantara perolehan jumlah kedatangan mencapai 2.077.797 orang pada tahun 2016, untuk tahun 2017 mencapai 2.288.625 orang, dan kemabli mengalami peningkatan di tahun 2018 dengan jumlah 2.391.968 orang.

Keseriusan pemerintah Aceh untuk peningkatan pariwisata laut di Aceh terlihat nyata dengan dibangunnya infrastruktur wisata Simeulu dan Singkil. Di Sabang pemerintah bahkan membangun pelabuhan khusus kapal persiar.

Industri Kecil Menengah atau IKM juga terus mengalami pertumbuhan dari 29.433 pada tahun 2017 menjadi 32.156 pada tahun 2018. Hal itu merupakan dampak dari imbauan Nomor 503 Tanggal 25 Januari Tahun 2019 tentang penggunaan produk Industri Kecil Menengah (IKM) Aceh oleh SKPA.

8. Aceh Kaya

Program Aceh Kaya adalah program khusus yang disiapkan Pemerintah Aceh dengan tujuannya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bersama dengan sektor industri perdagangan, koperasi, dan pariwisata. Salah satunya dengan mempermudah akses modal Bank Aceh dan BPR Mustaqim untuk UMKM dan IKM.

Plt Gubernur Aceh Membuka Rekening di BPR Mustaqim
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Ist

Jumlah usaha yang tersertifikasi berjumlah 63 usaha yang tersertifikasi berjumlah 62 usaha tahun 2016, meningkat menjadi 211 pada tahun 2017 dan menjadi 304 pada tahun 2018. Pemerintah juga melaunching Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong yang di sanalah salah satunya nanti produk IKM akan dipasarkan.

Di dua tahun masa Irwandi – Nova neraca ekspor impor (USD) juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2017 neraca ekspor impor hanya Rp.107.421.982 menjadi Rp.221.045.057 pada tahun 2018.

9. Aceh Peumulia

Program Aceh pemulia adalah progam unggulan untuk pemenuhan layanan pemerintahan yang mudah, cepat, berkualitas dan bebas pungutan liar (pungli) yang dijalankan dengan pengembangan sistem pengawasan dan penilaian kinerja aparatur berbasis e-kinerja untuk peningkatan disiplin dan etos kerja ASN Aceh.

Penempatan pimpinan SKPA yang berkualitas melalui uji kelayakan dan kepatutan Tata kelola pemerintah semakin baik. Hasilnya Aceh berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian oleh BPK RI empat kali berturut-turut. Penempatkan aparatur yang berkualitas tersebut tak lain tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang cepat dan memuaskan bagi masyarakat. (adv)

Pos terkait