Microsoft Tutup Seluruh Toko Fisik

  • Whatsapp
toko fisik microsoft
Logo Microsoft. Foto : Shutterstock

JAKARTA – Raksasa teknologi Microsoft menutup seluruh toko fisik di seluruh dunia dan menyatakan akan fokus pada pelayanan dan penjualan melalui platform digital. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan pengalaman selama pandemi Covid-19 yang telah dijalani sejak awal tahun ini.

Dalam keterangan yang dibagikannya, Sabtu, (27/6) disebutkan kalau pekerja di toko ritel Microsoft akan terus melayani pelanggan dari fasilitas perusahaan.

Bacaan Lainnya

Microsoft juga menyatakan akan terus berinvestasi di etalase digitalnya di Microsoft.com, dan toko-toko di Xbox dan Windows, yang menjangkau lebih dari 1,2 miliar orang di 190 pasar setiap bulannya. Perusahaan ini juga berniat menata kembali ruang yang melayani semua pelanggan, termasuk mengoperasikan Pusat Pengalaman Microsoft di London, New York, Sydney, dan lokasi kampus Redmond.

Penutupan lokasi fisik Microsoft Store akan memunculkan biaya pra-pajak sekitar 450 juta dolar, atau US$ 0,05 dolar per saham, yang akan dicatat dalam kuartal saat ini yang berakhir 30 Juni 2020. Biaya tersebut terutama meliputi penghapusan dan penurunan nilai aset.

“Kami berterima kasih kepada pelanggan Microsoft Store dan kami berharap dapat terus melayani secara online dan dengan tim penjualan ritel kami di lokasi perusahaan Microsoft.” kata Wakil Presiden Korporat Microsoft David Porter.

Dengan pertumbuhan signifikan melalui etalase digitalnya, termasuk Microsoft.com, dan gerai di Xbox dan Windows, Microsoft akan terus berinvestasi dalam inovasi digital di seluruh perangkat lunak dan perangkat keras. Layanan baru termasuk dukungan obrolan video, video tutorial online, dan lokakarya virtual dengan lebih banyak solusi digital yang akan datang.

“Ini adalah hari baru untuk bagaimana anggota tim Microsoft Store akan melayani semua pelanggan,” kata Porter menambahkan.

Pos terkait