Miliki Ganja Kering, Kakak Beradik Diringkus Polisi

  • Whatsapp
polresta banda aceh
Barang bukti ganja kering seberat 68.05 gram yang dibungkus di dalam plastik. Foto : Ist

BANDA ACEH – Aparat Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh, Senin (8/6) malam menangkap dua orang pengguna narkotika jenis ganja disebuah caffe di kawasan Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh, dari tangan tersangka, petugas menyita 68,05 gram ganja kering siap pakai.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos kepada wartawan mengatakan, penangkapan para tersangka berhasil dikakukan berawal dari adanta informasi yang disampaikan warga, informasi tersebut ditindak lanjuti dengan mendatangi lokasi tempat para tersangka nongkrong.

Bacaan Lainnya

Saat aparat datang tersangka yang berada dilakosi berhasil diamankan aparat bersama barang bukti berupa 68.05 gram ganja kering yang dibungkus plastik warna biru. “Plastik merk atomic warna putih didalamnya juga berisikan ganja serta satu bungkus kertas piper merk Mars Brand” Jelas Kasatres Narkoba.

Ia menambahkan, para tersangka berinisia HA (32) dan RI (29) merupakan kakak beradik yang tinggal disebuah Gampong di Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh, ketika dilakukan penggeledahan badan dan di sekitar TKP oleh petugas menemukan barang bukti yang diakui adalah milik mereka.

Barang haram itu dibeli oleh tersangka HA pada, Kamis (4/6) di sebuah warkop di Lampriet, Banda Aceh sebanyak 2 paket dengan harga 100 ribu rupiah, barang itu dibeli pada IIN yang saat ini dalam status DPO.

Sedangkan, keterlibatan tersangka RI dengan barang bukti narkotika jenis ganja milik tersangka HA tersebut, karena mereka menghisap bersama – sama di caffe tersebut pada saat penangkapan tersangka HA.

Kini, barang bukti dan kedua tersangka diamankan di Polresta Banda Aceh dan mereka dijerat Pasal 111 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun, tambah AKP Raja Aminuddin Harahap.

Ditangkap di Aceh Besar

Sementara itu, di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar pekan lalu, Polisi Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh, Jumat (5/6) juga ikut mengamankan dua pemuda asal Banda Aceh dan Sumatera Utara yang sedang berbincang di sebuah rumah kawasan Ingin Jaya, juga menggunakan norkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka bersama barang bukti juga diamankan aparat kepolisian dari Mapolresta, Banda Aceh kata Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos.

“Warga yang sudah gerah melihat perilaku kedua pemuda tersebut yang baru saja menggunakan narkotika jenis sabu, sehingga melaporkan kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan penangkapan, pada saat penggerebekan, aparat menemukan sabu-sabu tidak jauh dari tempat mereka duduk”, Jelas AKP Raja Aminuddin.

Pada saat penangkapan, kedua tersangka asal Banda Aceh dan Sumatera Utara, baru saja mengunakan narkoba jenis sabu, dimana ditemukan barang bukti sabu seberat 0.18 gram dan kaca pirex yang dibalut dengan kertas aluminium foil dan tiga lembar plastik berwarna bening dengan posisi diletakkan di tanah yang tidak jauh dari posisi kedua tersangka,” tambahnya.

Para tersangka berinisial PA (31) asal Banda Aceh dan SU (42) asal Sumatera Utara, kini diamankan di Mapolresta Banda Aceh untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, para tersangka membeli barang tersebut dari tersangka JAL yang kini menjadi buron setelah ditetapkan sebagai DPO.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan di ancaman hukuman penjara 12 tahun. (ja)

Pos terkait