Miris, Nasib “Kak Lhee Blah” Tinggal di Gubuk Derita Bersama Suami dan Anaknya

  • Whatsapp
Bakhtiar Beni, suami "Kak Lhee Blah" bersama sejumlah anaknya saat di depan rumah gubuk 3x4 meter tersebut di Gampong Ulee Reuleueng, Aceh Utara, Sabtu (2/5/2020).

ACEH UTARA – Nasib satu keluarga di Kabupaten Aceh Utara terpaksa tinggal di gubuk yang hampir roboh. Mirisnya, gubuk derita tersebut berada di atas lahan orang lain pinjam pakai, tepatnya di Gampong Ulee Reuleueng, Kecamatan Dewantara.

Anisah yang pernah melahirkan 13 anak dikenal dengan sebutan “Kak Lhee Blah” oleh masyarakat di desa setempat.

Bacaan Lainnya

Anisah kini tinggal di rumah gubuk bersama suaminya Bakhtiar Beni dan 11 anaknya yang hidup serba kekurangan.

Rumah gubuk itu, yang berukuran 3×4 meter itu dindingnya terpasang dari anyaman bambu, beratap daun rumbia, dan berlantai tanah terlihat sudah miring alias hampir roboh. Isi dalamnya tidak ada kamar pembatas antara dapur dengan tempat tidur, tidak seperti halnya rumah orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas.

Anak perempuannya ada 4 orang dan laki-laki 7 orang, semuanya tinggal dalam satu rumah. Sementara dua putrinya yang lain telah meninggal dunia.

3 anak perempuannya terpaksa berhenti sekolah dan hanya tamatan sekolah dasar karena faktor ekonomi keluarga, kemudian 7 anak laki-laki lainnya saat ini sedang menempuh pendidikan di tingkat MIS dan SMP. Sedangkan satu anak perempuan yang bungsu saat ini menjalani pendidikan di sekolah taman kanak-kanak.

Dari riwayat kehidupannya, Bakhtiar adalah perantau dari Simpang Ulim, Aceh Timur. Lima tahun lalu ia merantau ke desa tersebut dan tinggal di tanah milik orang lain dengan kepemilikan tanah dan rumah adalah hak pakai tanpa surat perjanjian.

Untuk menghidupi keluarganya sehari-hari, Baktiar bekerja sebagai kuli bangunan dan istrinya bekerja sebagai buruh cetak batu bata yang berada di samping rumah yang dia tinggali.

“Saya hanya berusaha semampu saya, pendapatan per hari dibilang cukup emang tidak pernah cukup, karena harus memenuhi kebutuhan pokok dan anak-anak sehari-hari,” kata Bakhtiar dengan wajah lesu kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Namun, dia tetap bersyukur dengan apa yang dimilikinya, tidak pernah mengeluh dan menjalani kehidupan dengan terus berusaha dan berdoa. “Saya hanya bisa bersyukur aja apa yang saya dapatkan hari ini, jika saya terlalu melihat ke atas maka saya akan melakukan tindakan yang dilarang dalam agama,” imbuh Bakhtiar.

Sementara itu, Camat Dewantara Nawafil Mahyudha yang turut hadir bersama istri melihat langsung ke kondisi rumah tersebut, mengucapkan terima kasih kepada forum PUSPA yang sudah membantu keluarga Bakhtiar.

“Terima kasih kepada tim PUSPA, dan saya ikut prihatin kondisi keluarga pak Bakhtiar, kami dari Muspika akan mendatai keluarga beliau dan nantinya akan dikirim ke dinas terkait,” kata Camat Dewantara.

Geuchik Ulee Reuleung, Abdullasi menyebutkan pihaknya telah memberi perhatian lebih kepada Bakhtiar dengan membantu sumbangan beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya, bahkan pihaknya memberi pekerjaan tambahan kepadanya dengan mengangkat sebagai bilal di meunasah.

“Pada tahun lalu pernah mengajukan permohonan ke Baitul Mal Aceh, tetapi setelah disurvei yang bersangkutan tidak memiliki tanah, hingga batal dibangun rumah untuk beliau. Dan jika ada lahan kami aparatur desa juga siap bangun dengan dana desa,” ujarnya.

Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA), Cut Meutia Suryani, yang pertama menemukan keluarga tersebut saat membagikan sembako Covid-19 dan menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kehidupan keluarga Bakhtiar. “Kami ikut prihatin, makanya kami hari ini kembali untuk menjumpai keluarga tersebut bersama Camat Dewantara, Kepala RRI dan rekan-rekan dari media,” imbuhnya.

Suryani menyebutkan, setelah sempat viral di media sosial, untuk tanah dan rumah Bakhtiar akan dibangun oleh anggota DPRA Darwati A Gani. “Kami juga membuka donasi untuk membantu keluarga tersebut dengan memberikan modal usaha dikarenakan tanah dan bangunan rumah sudah dibantu oleh Ibu Darwati dengan luas tanah 10×15 meter,” tambahnya.

Bagi yang ingin menyelurkan bantuan berupa uang tunai, Suryani mengatakan pihaknya telah membuka rekening BNI 0944266616 atas nama Forum Puspa Cut Meutia Aceh Utara, dan untuk informasinya bisa menghubungi pihaknya di nomor ponsel 08126962174.[]

Pos terkait