Misi United dan Memori Kekalahan PSG di 16 Besar Liga Champions

  • Whatsapp
Tidak ada kata mustahil dalam kamus Ole Gunnar Solskjaer saat pelatih sementara Manchester United membawa rombongan ke Paris untuk menjalani laga leg kedua 16 besar Liga Champions melawan PSG - Foto: Ist

KANALINSPIRASI.COM, Paris – Tidak ada kata mustahil dalam kamus Ole Gunnar Solskjaer saat pelatih sementara Manchester United membawa rombongan ke Paris untuk menjalani laga leg kedua 16 besar Liga Champions 2018/2019 melawan Paris Saint Germain (PSG) di Le Parc des Princes, Kamis (7/3) dini hari WIB. Kenangan indah Solskjaer saat mengantarkan Setan Merah menjadi penguasa Eropa pada 1999 bisa dijadikan sebagai suntikan motivasi untuk anak asuhnya.

Rasa percaya diri Solskjaer untuk membawa United lolos ke perempat final sangat tinggi, meskipun Setan Merah harus mengejar defisit dua gol saat mereka dikalahkan PSG pada pertemuan pertama. Ahli strategi asal Norwegia itu menjelaskan kemenangan PSG di Old Trafford, pertengahan bulan lalu, bukan akhir dari petualangan Setan Merah di Liga Champions musim ini.

Bacaan Lainnya

Solskjaer menambahkan PSG punya pengalaman buruk saat mereka menyia-nyiakan tiket lolos ke tahap berikutnya meskipun saat itu klub raksasa di Liga Prancis menang telak melawan Barcelona dengan skor 4-0 di leg pertama. Tapi Blaugrana mampu membalikkan keadaan menjadi 6-1 atau agregat 6-5 di leg kedua 26 besar Liga Champions yang berlangsung di Camp Nou.

“Kami semua mengingat hasil itu, jadi ada begitu banyak contoh tim yang dapat mengubah hasil seperti ini. Kami sebagai klub telah melakukannya berkali-kali dan para pemain sangat fantastis di luar kandang, kami telah mengalahkan Chelsea, Arsenal, Tottenham, yang telah memberi kami keyakinan bahwa kami bisa melakukan ini juga,” jelas Solskjaer.

Perubahan yang perlu dilakukan Solskjaer jelang laga leg kedua melawan PSG adalah membenahi kontribusi pemain di lini tengah. Maklum, dalam pertemuan pertama anak asuh Thomas Tuchel memiliki proporsi penguasaan bola yang lebih besar dan lebih banyak umpan.

Jika Solskjaer bisa menerapkan strategi tersebut, maka aktivitas serangan United akan terlihat lebih bervariatif. Tapi penyelesaian akhir juga harus menjadi perhitungan sang pelatih.

Sebab, selama pertemuan pertama melawan PSG, United terlihat leluasa membombardir pertahanan tim tamu. Namun sayangnya, mereka hanya mampu menghasilkan satu tendangan yang mengarah ke target. Persoalan ini yang harus diselesaikan.

PENULIS: Tim Redaksi
SUMBER: SindoNews.com

Pos terkait