MPU Akan Blokir Game PUBG di Aceh

  • Whatsapp
MPU Aceh Blokir PUBG
Ilustrasi PUBG. Foto: Ist

BANDA ACEH – Sebagai tindak lanjut menertibkan permainan Playerunkonown’s Battlegrounds (PUBG), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengajukan usulan pemblokiran game online tersebut di wilayah propinsi Aceh. Wacana ini menjadi salahsatu keputusan dalam lokakarya Ulama dan Umara, Rabu (17/7).

Dalam rancangan rumusan lokakarya disebutkan MPU akan melakukan pemblokiran game PUBG dan sejenisnya di seluruh Aceh bekerjasama dengan Pemerintah Aceh dan Kominfo.

Bacaan Lainnya

“Ini masih rancangan yang dihasilkan dari hasil jaring pendapat selama lokakarya berlangsung, setelah para peserta mendapat penjabaran dari berbagai narasumber selama dua hari ini, dan rancangan ini akan diserahkan kepada Majelis Ulama MPU untuk dikoreksi dan kemudian baru disahkan,” kata Rahmatillah, salahseorang tim perumus lokakarya.

Ia menyatakan, secara umum keputusan lokakarya Ulama dan Umara ini lebih menekankan pentingnya peran keluarga untuk menjaga anak-anak dari pengaruh negatif game online.

Ketua MPU Aceh, Prof Muslim Ibrahim saat membuka lokarya menyampaikan pembahasan permainan PUBG yang telah dikeluarkan fatwa haramnya oleh MPU Aceh, dilakukan agar semua pihak memahami dan mendukung penerapan pelarangan game PUBG. Karena dalam game tersebut mengandung unsur kekerasan, pengaruh psikologis, hingga unsur penghinaan terhadap simbol agama Islam.

Baca Juga: MPU Aceh Keluarkan Fatwa Game PUBG Haram

“Diketahui bahwa dalam permainan online PUBG ini juga terdapat penghinaan terhadap simbol-simbol keagamaan, ini juga menjadi salah satu alasan kenapa MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram bagi permainan ini dan permainan sejenis lainnya,” kata ulama yang disapa Abu Muslim ini.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan lokakarya yang juga Kepala Sekretariat MPU Aceh, Tgk H Syukri Bin Muhammad Yusuf menyampaikan, Lokakarya Ulama-Umara Bidang Muamalah Tahun 2019 bertujuan untuk menyatukan persepsi sesama ulama dan umara dalam memahami Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2019 tentang Hukum Game PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) dan Sejenisnya Menurut Fiqh Islam.

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pemateri, di hari pertama yakni  Jasmadi, S.Psi, MA (Psikolog) dengan materinya Dampak Permainan Game PUBG Terhadap Perkembangan Phisikologis Anak dan Remaja, Drs. Aidi Kamal, MM (Kepala Bidang Pengawasan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh) dengan materinya Peran Satpol PP dan WH Dalam Pelaksanaan Pengawasan Syariat Islam.

Pada hari kedua pemateri DR. Gunawan Adnan, Wakil Rektor UIN Ar Raniry  yang memaparkan Optimalisasi Penanggulangan Bahaya Game PUBG dan Sejenisnya Melalui Pendidikan, Kompol. H. Hamidi, Kasubbid Pengawas Humas Polda Aceh, yang menyampaikan materi Tinjauan Hukum Tentang Fatwa MPU Tentang PUBG Dikaitkan Dengan Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Daerah Provinsi Aceh;

Sebelumnya diberitakan, MPU Aceh mengeluarkan fatwa mengharamkan permainan game PlayerUnknown’s Battlegrounds atau yang lebih dikenal dengan PUBG dan permainan sejenisnya. Fatwa itu dikeluarkan setelah melakukan kajian dan dengar pendapat bersama pakar Informasi dan Teknologi (IT), psikolog dan Fikih Islam secara mendalam, saat Sidang Paripurna Ulama ke-III Tahun 2019 selama dua hari. (*)

Pos terkait