Mualem Cabut Pernyataan Soal Referendum Aceh, Wiranto: Kita Syukuri Saja lah

  • Whatsapp
muzakir manaf cabut pernyataan referendum aceh
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Foto: Kompas

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengungkapkan rasa syukurnya, atas pencabutan pernyataan soal Referendum Aceh oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Muzakir Manaf.

“Kita syukuri saja lah. Kalau seseorang sudah sadar sudah menjadi baik, pernyataannya kemudian mencabut pernyatan yang negatif, ya kita syukuri saja. Kita syukuri bahwa saudara Mualem (Muzakir Manaf) itu sudah melakukan suatu klarifikasi yang positif,” ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/6).

Bacaan Lainnya

“Bahwa apa yang dia ucapkan dulu terus dia cabut. Dan aceh tetap dalam kesatuan NKRI lalu menghargai upaya pemerintah dalam rangka pembangunan,” lanjut dia.

Ia pun mengingatkan Muzakir, bila di dalam sistem hukum Indonesia tak ada lagi mekanisme yang memungkinkan diadakannya referendum. Karena semua payung hukum yang mendasari mekanisme referendum Timor Timur seperti TAP MPR dan peraturan perundang-undangan lainnya telah dicabut.

Baca Juga: Ketua DPR Bambang Soesatyo: Kami Tolak Referendum Aceh

“Saya katakan bahwa referendum itu dalam khasanah hukum Indonesia sudah tidak ada, TAP MPR-nya sudah dicabut. Undang-undang sudah dicabut sehingga tidak relevan dengan tuntutan politik saat ini,” tutur Wiranto.

Muzakir Manaf telah mengklarifikasi pernyataannya terkait keinginan referendum untuk Aceh yang disampaikannya di acara peringatan kesembilan tahun wafatnya Wali Nanggroe Aceh Tgk Muhammad Hasan Ditiro dan buka puasa bersama di Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5) lalu.

Staf Khusus Muzakir Manaf Wen Rimba Raya membenarkan bahwa video yang beredar tersebut memang benar klarifikasi dari Muzakir Manaf.

Dalam beberapa waktu terakhir, sebut Wen Rimba Raya, banyak muncul pernyataan negatif dan positif terkait pernyataan Muzakkir Manaf saat Haul Hasan Tiro pada akhir Mei yang lalu. Dengan alasan itu, pria yang akrab disapa Mualem kemudian membuat video klarifikasi.

“Mualem pada dasarnya ingin menjelaskan kembali statemen beliau, oleh karena itu Mualem membuat video klarifikasi,” jelas Wen Rimba Raya, Rabu (16/5).

Dalam sebuah video yang kini beredar luas, pria yang akrab disapa Mualem ini menyebut pernyataan referendum yang ia sampaikan itu bukanlah mewakili rakyat Aceh secara keseluruhan, melainkan pernyataan spontan dirinya pribadi.

“Saya lakukan hal tersebut secara spontan kebetulan pada acara peringatan haul meninggalnya Muhammad Hasan di Tiro. Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh tersebut.

Dalam video klarifikasi tersebut, Mualem berharap Aceh ke depan harus lebih maju, membangun Provinsi Aceh dalam bingkai NKRI.

“Hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca MoU Helsinki akan saya buat surat tersendiri guna membuat menuntaskan butir-butir MoU Helsinki ke depan,” katanya.

Pos terkait