Mulai Malam Ini, Diberlakukan Jam Malam hingga Dua Bulan di Seluruh Aceh

  • Whatsapp
forkopimda aceh
Maklumat bersama pemberlakuan jam malam di Aceh terkait penanganan Corona Virus Disease (Ovid-19) di Aceh, yang ditandatangani bersama Forkopimda Aceh, Minggu (29/3/2020).

BANDA ACEH – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh telah mengeluarkan maklumat tentang penerapan jam malam, Minggu (29/3).

Maklumat itu dikeluarkan Forkopimda Aceh dalam rangka mencegah penyebaran dan penanganan virus corona (Covid-19) di Aceh.

Bacaan Lainnya

Dalam poin 4 Maklumat Bersama yang dikeluarkan Forkopimda Aceh, mulai malam ini, Minggu (29/3/2020) pukul 20.30 hingga pukul 05.30 WIB diberlakukan jam malam di seluruh Aceh.

Jam malam tersebut diberlakukan selama dua bulan penuh sejak tanggal 29 Maret 2020 (Minggu malam) sampai dengan 29 Mei 2020 (Jumat malam).

Maklumat tentang Penerapan Jam Malam ini ditandatangani oleh Wali Nanggroe Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, dan Kajati Aceh Irdam.

Maklumat tersebut dikeluarkan dalam rangka mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 di Aceh. Dengan meningkatnya jumlah warga Aceh dalam status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), positif Covid-19 dan meninggal dunia karena Covid-19.

Hingga kemarin, sudah lima orang warga Aceh dinyatakan positif corona.

Dalam maklumat itu ditegaskan, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktifitas di luar rumah pada malam hari.

Selanjutnya, pengelola warung kopi, cafe, tempat makan, pasar, swalan, mall dan tempat keramaian lainnya dan angkutan umum untuk ditutup selama pemberlakukan jam malam tersebut.

Kecuali, bagi angkutan umum yang melayani masyarakat, atau kebutuhan pokok masyarakat. Namun, tetap harus melengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktifitas pekerjaan.

Dalam poin ketiga maklumat itu, para Bupati/Wali Kota se Aceh juga melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pengusaha dan masyarakat terhadap penerapan jam malam tersebut.

Untuk diketahui, sejauh ini kasus Covid-19 Aceh terus meningkat. Hari ini, Minggu, 29 Maret 2020, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sudah mencapai 567 orang, sedangkan PDP 41 pasien dan yang positif terpapar sebanyak 5 pasien, dan satu orang diantaranya sudah meninggal dunia. (*)

Pos terkait