Muliadi, Timses Bupati Mawardi Ali Sebut Zul Bintang Bohong Soal Tidak Pernah Terima Proyek di Aceh Besar

  • Whatsapp
Timses Bupati Mawardi Ali, Muliadi (kanan baju kuning) bersama pengusaha Aceh, Zulkarnaini Bintang, di arena pembangunan Jantho Sport City, Kota Jantho, Aceh Besar. (poto: IST.)

ACEH BESAR – Pelaporan terhadap kasus perseteruan Bupati Aceh Besar Ir, Mawardi Ali, dengan pengusaha Aceh H Zulkarnaini Bintang yang lebih dikenal dengan panggilan Zul Bintang, mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Sebelumnya Zul Bintang, melalui kuasa hukumnya, Hendri Law Firm Henry Yosodiningrat & Partners, pada Februari 2021 telah melaporkan Mawardi Ali ke Mapolda Aceh, atas dugaan telah melakukan penipuan dengan kerugian mencapai Rp 5 miliar, yang dilakukan pada tahun 2017 lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam konferensi pers, Kamis (04/02/2021), kuasa hukum Zul Bintang menyatakan kliennya memberikan sejumlah uang kepada Mawardi Ali untuk kebutuhan kampanye, dengan janji akan diberikan proyek, salahsatunya proyek pembanguan gedung olahraga.

Menanggapi persoalan tersebut, Muliadi, salah seorang Timses bupati Mawardi ali menyatakan pernyataan zul bintang patut di pertanyakan. Karena di awal pemerintahan Mawardi Ali – Waled Husaini, sudah menjadi rahasia umum bahwa Zul Bintang yang terkesan memonopoli pekerjaan yang ada di Aceh Besar

“Malah di lapangan saya pernah berkunjung ke tempat kerjanya, ada proyek yang dikerjakan sendiri, maupun yang disuruh kerjakan kepada orang lain dan dia hanya mengambil fee,” kata Muliadi kepada Kanalinspirasi.com, Jumat (11/06/2021).

Dirinya juga menyatakan, Zulkarnani Bintang juga menangani pekerjaan proyek PORA yang dilaksanakan di kota Jantho,  yang nilainya  diperkirakan mencapai Rp 60 Milyar.

“Jadi kalau Bang Zul bilang tidak pernah mendapat proyek di Aceh Besar, itu adalah bohong. Dari semua timses Bupati Mawardi Ali, dialah yang paling banyak mendapat proyek di Aceh Besar,” sebut Muliadi.

Dirinya juga sangat menyesalkan pelaporan yang dilakukan Zulkarnaini Bintang, dengan tuduhan penipuan yang dilakukan Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali.

“Kami sangat menyayangkan sikap Bang Jol Bintang, selain dia telah memberikan keterangan tidak benar tentang tidak pernah mendapat proyek dari Aceh Besar, kemudian apa yang dilakukan dengan melaporkan ke Polisi merupakan upaya pembunuhan karakter terhadap Bupati Aceh Besar, kita tidak tahu apa  tujuannya melakukan itu,” lanjutnya.

Menurut Muliadi, tuduhan dugaan penipuan yang dilaporkan Zul Bintang, merupakan penggiringan opini publik seolah-olah Bupati Aceh Besar pernah mengambil uang dari Zulkarnani Bintang dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Padahal kami semua tahu uang yang disumbangkan Bang Zul tersebut bukan untuk Pak Bupati, tapi untuk seluruh kebutuhan kampanye timses termasuk Wakil Bupati Aceh Besar, Waled Husaini,” jelasnya.

Muliadi juga menegaskan, bukan hanya Zul Bintang saja yang menyumbangkan uang untuk kampanye pasangan putih, tapi banyak pihak sesuai kemampuan dana masing-masing. Menurutnya hal tersebut dapat ditanyakan kepada timses yang lain, soal jumlah sumbangan dan alokasi dana untuk berbagai kegiatan masa kampanye,

“Jadi jangan beranggapan kemenangan pasangan Mawardi Ali-Waled Husaini sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar karena uang yang disumbangkannya itu. Janganlah menjadi rakus seperti orang yang sudah lama tidak makan,” tutupnya.(*)

Pos terkait