Nilai Tukar Rupiah Sentuh Rp 16.000 per Dolar AS

  • Whatsapp
kurs rupiah
Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3). Foto : ANTARA

JAKARTANilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akibat imbas penyebaran pandemi corona. Kurs rupiah pada Kamis (19/3) di indeks Bloomberg, tercatat merana ditutup jatuh 690 poin atau 4,53% ke level Rp15.912 per USD.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, kondisi rupiah ini sangat mengkhawatirkan. Jika rupiah terus melemah menembus level Rp16.000-an, apalagi hingga ke Rp17.000 per USD, maka itu akan membuat harga produk pangan naik.

Bacaan Lainnya

“Ya pastinya akan menekan sektor pangan kita karena kan mayoritas bahan baku produk pangan yang ada saat ini masih bergantung pada impor,” ujar Adhi saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (20/3).

Sekjen Gapmmi Indrayana mengatakan, harga makanan yang juga akan naik adalah bahan pokok, antara lain minyak goreng, beras dan gula. Untuk itu dia meminta pemerintah terus menjaga harga bahan pokok agar tidak naik tinggi dan membebani masyarakat

“Harga bahan pokok seperti gula, minyak goreng, beras itu dipantau pemerintah dengan ketat. Kami rasa selama masih ada stok, harga masih akan tetap,” tegasnya.

Sementara itu, Ekonom CORE Piter Abdullah mengatakan rupiah menembus Rp16.000 dikarenakan masih belum stabilnya kondisi global. Hal disebabkan oleh ketidakpastian yang timbul akibat penyebaran virus corona (Covid-19) yang terus meluas. “Ini karena melihat kondisi global semakin tertekan dengan virus corona ini, semua ekonomi melemah,” jelasnya.

Pos terkait