Ombudsman Apresiasi Samsat Banda Aceh

  • Whatsapp
Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh Samsat UPTD Wilayah I Banda Aceh. Foto : Ist

BANDA ACEH – Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh Samsat UPTD Wilayah I Banda Aceh. Hal itu disampaikan oleh Kepala Ombudsman Aceh Dr. Taqwaddin Husin pada acara rapat koordinasi tentang pelayanan Samsat Banda Aceh yang berlokasi di Batoh.

Rakor yang dilaksanakan, Selasa (18/8) di Kantor Ombudsman Aceh dihadiri Ketua Komisi II DPRA, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Dirlantas Polda Aceh, OJK, Bank Indonesia, Bank Aceh, dan Kepala Samsat Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

“Kami memberikan apresiasi atas model pelayanan yang diberikan oleh Samsat Banda Aceh kepada publik, yaitu adanya drive thru, samsat mall, dan samsat keliling. Sehingga memudahkan akses untuk masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor”, sebut Taqwaddin disela-sela acara tersebut.

Namun demikian, Taqwaddin menuturkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi catatan pihak Ombudsman dalam hal terwujudnya pelayanan prima kepada publik. Catatan tersebut terungkap berdasarkan hasil investigasi Tim Deteksi Dini Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Aceh.

Pihaknya menuturkan seperti terganggunya arus lalulintas karena antrian di badan jalan oleh masyarakat di loket drive thru, walaupun sudah dipasang water barrier sebagai pembatas. Masih bergabungnya pembayaran pajak kendaraan roda dua dan roda empat pada loket drive thru, dan selanjutnya masih menggunakan sistem bayar tunai pada loket pembayaran wajib pajak. Terhadap hal ini perlu dipikirkan inovasi yang lebih modern dan tepat guna menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, tutur Taqwaddin.

Berdasarkan catatan yang disampaikan pihak Ombudsman, Kepala Samsat UPTD Wilayah I Banda Aceh Teuku Hendra Faisal menjelaskan bahwa pihaknya tidak mempungkiri hal tersebut dan benar adanya.

“Untuk sementara, kita melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang water barier di badan jalan” sebut Hendra. Kemudian, pihak samsat memberikan kemudahan kepada wajib pajak (WP) dengan membuka gerai di Mall Pelayanan Publik (MPP) Pasar Aceh dan juga Samsat Keliling sebagai program unggulan.

“Namun, demi terciptanya pelayanan prima kepada publik, Samsat sangat bergantung juga terhadap kesiapan pihak perbankan. Seperti tersedianya mesin edc (elektronik data capture) untuk pembayaran non-tunai” ungkap Hendra. Dia berharap, agar pihak perbankan sesegera mungkin melakukan pembenahan.

Kepala Bidang Pendapatan BPKA, Saumi Elfiza menjelaskan kepada pihak Ombudsman bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan upaya kerjasama dengan bank nasional untuk proses pembayaran non-tunai di kantor samsat. Sementara untuk mencegah kesemerautan antrian pada badan jalan, pihaknya berencana membangun loket baru untuk drive thru.

Pada kesempatan tersebut, pihak Bank Aceh yang diwakili oleh Dedy, juga menyampaikan bahwa Bank Aceh sedang mengembangkan sistem selain mesin edc yang akan ditempatkan di kantor samsat nantinya. Selanjutnya Bank Aceh sedang memproses kartu debit dan bisa digunakan di mesin edc bank lainnya.

Irfanusir Rasman, Ketua Komisi II DPRA  mengatakan DPRA siap mendukung penganggaran untuk setiap kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

“Intinya samsat harus berinovasi dan DPRA siap mendukung penganggaran untuk pelayanan prima” sebut Irfanusir.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Dr. Taqwaddin mengharapkan agar pihak BPKA segera mengusulkan anggaran untuk pembangunan loket drive thru tambahan. Dan selanjut Bank Aceh mempercepat proses untuk pembayaran non-tunai, baik dengan kartu debit ataupun kartu kredit. (rel)

Pos terkait