Ombudsman Minta Polisi Usut Tuntas Penganiayaan Ternak Sapi di Saree

  • Whatsapp

BANDA ACEH – Ombudsman RI perwakilan Aceh minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan ternak yang terjadi di Unit Pelaksana Teknis Daerah Inseminasi Buatan dan Inkubator (UPTD-IBI) Saree.

“Tidak mungkin ada pengadaan ternak tapi tidak ada pengadaan pakan. Kemana pengadaan tersebut, silahkan bapak polisi dan jaksa mengusut tuntas. Walaupun dilaporkan hanya pada aspek penganiaayaan namun bisa berkembang ke aspek lain” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husen, kepada Kanalinspirasi, Sabtu (6/6).

Bacaan Lainnya

Taqwaddin mengatakan, Ombudsdman telah melakukan investigasi secara menyeluruh dan menemukan fakta sekitar 70-an ekor sapi dalam kondisi kurus kering karena terkurung dan tidak diberikan pakan.

“Padahal pakan ada disekitar kandang sapi, seandainya sapi-sapi tidak dikurung, seharusnya tidak sekurus itu, karena bisa mencari makan sendiri” ujarnya.

Alasan yang disampaikan pihak pengelola, lanjut Taqwaddin, adalah tidak tersedianya konsentrat yang habis sejak Februari.

“Saat kita tanyakan apakah Konsentrat itu kebutuhan utama, pihak pengelola menyebut hanya sebagai vitamin ternak. Seharusny ternak dilepas karena rumput sangat banyak di Saree” lanjut Taqwaddin.

Taqwaddin mengungkapkan masalah yang ditemui Ombudsman adalah jumlah petugas pemotong rumput hanya 12 orang, untuk memenuhi kebutuhan pakan ratusan ekor sapi.

“Ombusman minta masalah petugas ini di evaluasi. Jika memang tidak mau bekerja lagi, gantikan dengan orang lain, jangan mengikat pekerja dengan pendapatan yang minim” tegasnya.

Namun Taqwaddin mengatakan ada juga sapi yang diurus bagus, sehat dan gemuk, bahkan ada 12 ekor yang diambil sperma.

“Ini semua lebih ke aspek pengelolaan” ujarnya.

Taqwaddin mengingatkan semua institusi yang memberikan pelayanan kepada ternak untuk tidak menganiaya hewan. Karena hal tersebut merupakan bentuk penzaliman, pelanggaran hak atas hewani dan melanggar secara Syar’i.

“Jika dalam hukum pidana tindakan ini masuk katagori delik penganiayaan binatang, pelanggaran UU kesehatan hewan dan ternak dan berbagai aspek lain. Silahkan Polisi dan Jaksa mengusut tuntas. Ini penting menjadi pembelajaran bagi institusi lain yang memberikan pelayanan kepada ternak dan hewan” pungkasnya.(*)

Pos terkait