Orang Tua Korban Predator Anak di Abdya Menuntut Keadilan

  • Whatsapp
pelecehan seksual anak

BLANG PIDIE – Seorang ibu warga Aceh Barat Daya (Abdya) menuntut keadilan kepada aparat penegak hukum atas kasus yang menimpa anaknya pada Januari 2018 namun hingga saat ini masih menggantung tanpa kepastian.

Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak perempuannya yang pada saat itu masih berusia 5 tahun, dilakukan oleh tetangganya seorang kakek bernama SS (65) warga Gampong Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Abdya.

Bacaan Lainnya

Keluarga korban merasa kecewa karena hingga saat ini pelakunya masih melenggang seolah tidak terjadi apa-apa, padahal menurut informasi yang diperoleh dari seorang Paralegal P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Provinsi Aceh Evariana yang menyempatkan menjenguk korban beberapa hari lalu.

“Sebenarnya sudah ada vonis dari Pengadilan Negeri Tapaktuan bahwa pelaku diganjar 6 bulan kurungan ditambah hukuman cambuk tapi belum jelas informasi selanjutnya.” Ungkap Eva sekilas.

Menyikapi hal tersebut, Evariana dan rekan-rekan berkordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Abdya pada 24 April 2019 kemarin tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan bagi korban.

Menurut rumor yang belum terkonfirmasi, bebasnya pelaku berkeliaran saat ini karena sedang melakukan upaya banding dan ada indikasi dibeking oleh orang tertentu.

Keuchik Alue Peunawa, Bahagia melalui sambungan telepon membenarkan bahwa pelaku masih terlihat bebas beraktivitas di kampung halamannya. Dia mengaku tidak tahu perkembangan kasus tersebut.

Sementara korban bersama orang tuanya saat ini berada di kampung lain masih di Kabupaten Abdya (nama dan alamat lengkap hanya untuk redaksi).

Menurut ibu korban, sang anak yang saat ini sudah sekolah di kelas 1 SD, dalam keseharian nampak murung dan akan berontak jika diajak pulang ke kampung asalnya di Alue Peunawa.

“Tidak ada lagi keceriaan anak ini dan entah seperti apa masa depannya.” Keluh Ibu korban seakan putus asa.

Pos terkait