Pasar Tani SMK PP Saree diserbu Pembeli

  • Whatsapp
pasar kaget

BANDA ACEH – Menjelang datangnya bulan Suci Ramadan1440 H, warga Kota Banda Aceh mulai menyerbu pasar kaget yang hanya berlangsung sehari setiap pekan. Pasar tani, satu dari pasar kaget yang dincar konsumen di ibu Kota Provinsi Aceh untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga murah.

Pasar tani, ya itulah nama pasar sehari yang hanya berlangsung pada setiap Rabu dari pagi hingga siang hari. jangan heran bila warga pun memanfaatkan waktu empat jam untuk mendapatkan aneka kebutuhan dan kuliner sehat khas serambi mekkah.

Bacaan Lainnya

Kuliner Limpeng, panganan dari tepung tapioka yang diberi santan kelapa dan dibakar dalam bungkusan daun pisang. Ada juga puding dan aneka kuliner sehat tanpa kimia diperdagangkan di pasar tani tersebut.

Banyaknya pengunjung membuat panitia kewalahan, Waktu sehari dalam sepekan tak cukup bagi warga mendapatkan keperluan mereka. Namun Eka sari, panitia pelaksana hanya ada kesempatan tiap rabu bagi warga mendapatkan kebutuhannya.

“Nanti pada saat hari meugang kita juga menyediakan daging atas kerja sama dengan Dinas Perternakan, sementara selama Puasa kita hadir empat kali sebulan,”Ujar Eka Sari Minggu (28/4)

Pasar tani menjadi ajang siswa SMK Pertanian dan perkebunan memasarkan hasil karya mereka. para siswa bisa berlatih berwirausaha dengan menjajakan produk unggulan mereka seperti jagung, ubi rambat atau ketela rambat serta sayuran. Kepala SMK-PP Negeri Saree Aceh Muhammad Amin, SP.,MP mengatakan, SMK-PP Saree ikut serta dalam pasar tani ini pada setiap hari Rabu minggu pertama dan hari Rabu minggu ke empat setiap Bulan. Para siswa menjual langsung ke konsumen yang merupakan hasil praktek siswa bersama Alumni. Dipasar kaget tersebut menurut Amin, para siswanya menjual  bawang, sayuran daun, aneka olahan, minyak sereh wangi, ubi jalar telur arab dll.

Dari kegiatan tersebut banyak manfaat yang dapat diambil, diantaranya adalah para siswa dapat belajar langsung yang dimulai dari budidaya, pengolahan dan pemasran, sehingga diharapkan siswa bisa belajar bagai mana menjadi wira usahawan muda menyongsong era industri 4.0 sehingga melahirkan petani melenial pada era digital.

Selain kebutuhan dapur, cairan pencuci piring lokal dengan lebel Mak Rhah pingan juga turut terjual, tanpa bahan kimia dan harga murah menjadi pilihan para konsumen terutama ibu rumah tangga. Pasar tani ini akan hadir kembali pada 3 mei mendatang atau bertepatan dengan hari tradisi meugang di Aceh. (*)

Pos terkait