Pasien Positif Corona di Sumut Bertambah Jadi 30 Orang

  • Whatsapp
kasus positif di sumut
Positif Corona di Sumut Bertambah Jadi 30 Orang, 3 Meninggal Ilustrasi pasien virus corona. Foto : ANTARA

MEDAN – Jumlah kasus positif virus corona di Sumatera Utara (Sumut) hingga Rabu (1/4) terus mengalami peningkatan menjadi 30 orang. Jumlah ini bertambah empat orang dari sehari sebelumnya yang 26 orang.

“Dari 30 orang yang positif itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia. Memang proyeksi kasus di Sumut mengalami peningkatan,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut, Mayor KES Whiko Irwan.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini ada 88 orang, sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2970 orang.

“Selama ini kendala tracing yang dihadapi petugas yakni belum semua warga Sumut yang memahami penularan virus ini. Sebab keluhan penderita Covid-19 tidak jauh berbeda dengan flu biasa,” ucapnya.

Dia mengakui para PDP, ODP, dan tenaga medis yang menangani pasien khusus Covid-19 kerap mengalami stigma negatif dari masyarakat. Mereka dianggap orang berbahaya dan membawa virus corona sehingga mereka mesti dijauhi.

“Padahal penanganan pasien telah sesuai SOP. PDP harus diisolasi di rumah sakit, ODP akan didata identitasnya mendapat obat dan menjalani karantina di rumah. Begitu juga dengan OTG (Orang Tanpa Gejala) namun ada kontak dengan pasien Covid juga harus karantina diri selama 14 hari,” paparnya.

Untuk kesiapan APD, lanjutnya, Pemprov Sumut juga telah melakukan pemesanan sebanyak 10.000 APD dari Solo. Di sisi lain Pemprov Sumut juga mendapatkan bantuan APD dari pihak ketiga.

“Yang dari Solo sudah sampai seminggu yang lalu diterima BPBD sebanyak 2.000. Sisanya masih dalam proses pengiriman,” pungkasnya.

Targetkan 1.537 Kamar Isolasi

Terpisah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menargetkan 1.537 kamar isolasi dari beberapa rumah sakit rujukan untuk menangani dan menampung pasien virus corona.

“Ada 537 kamar tahap pertama. Nanti tahap kedua 1.000 kamar. Jadi seluruhnya ada 1.537 kamar,” kata Edy Rahmayadi, Rabu (1/4).

Menurut Edy, RS Martha Friska II di Jalan Multatuli Medan siap menangani dan menampung pasien Covid-19 di Sumut mulai Kamis (2/4). Rumah sakit ini dijadikan rujukan merawat pasien corona dalam kondisi gejala sedang hingga berat.

“Hari ini saya mengecek kesiapan rumah sakit ini untuk menerima pasien, baik dari persiapan logistik makan dan minuman pasien, persiapan obat-obatan, kesiapan dokter, kesiapan perawat, persiapan perlengkapan alat kesehatan,” jelas Edy.

Edy menjelaskan segala kesiapan tersebut akan dipenuhi secepatnya, terutama untuk obat-obatan, logistik dan untuk makan dan minuman di rumah sakit. Untuk RS Martha Friska II, telah dipersiapkan 120 kamar.

“Setelah ini selesai dan sistem sudah beroperasi saya harap Senin depan (6/4) kita sudah pindah ke rumah sakit lainnya dalam mempersiapkan segalanya,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga berpesan kepada seluruh tim medis dan yang lainnya untuk dapat mempergunakan APD dengan baik, meskipun saat ini Pemprov Sumut telah menyiapkan stok yang mencukupi untuk kebutuhan medis.

“Untuk di luar rumah sakit, mulai masuk dari pintu pertama sampai ke depan tempat penerimaan pasien sudah direncanakan sesuai SOP, besok pagi jam 09.00 akan digladi-kan,” terangnya.

Dia juga meminta agar aparat keamanan yang berjaga memastikan area isolasi aman dan terjaga dari segala kemungkinan buruk. Sebab, banyak terjadi penolakan evakuasi jenazah yang meninggal saat masa penanganan oleh tim kesehatan.

“Jadi nanti bersama-sama kalian, TNI, Polisi dan Satpol PP. Siapkan tenda di sini (halaman). Fungsikan semuanya, termasuk kamar mandi. Minimal 15 orang di sini yang berjaga di luar (gedung),” tegasnya.

Sebelumnya Rumah Sakit (RS) GL Tobing PTPN II Tanjung Morawa Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara yang menjadi rujukan khusus menangani pasien Covid-19 juga telah beroperasi pada Sabtu (28/3) lalu.

Rumah sakit rujukan khusus menangani Covid-19 lainnya juga tengah dipersiapkan antara lain RS Martha Friska 1 & 2 (230 kamar), Diklat BPSDM Provinsi Sumut (81 kamar), Wisma Atlet Pancing (99 kamar), Lion Club (150 kamar), RS Sari Mutiara (25 kamar), dan Diklat LPMP, Asrama Haji (diperkirakan 500 kamar).

Pos terkait