PEKKA Abdya Pertanyakan Tuntutan Yang Rendah Terhadap Terdakwa KDRT

  • Whatsapp
pekka abdya pertanyakan tuntutan yang rendah terhadap terdakwa kdrt
Suasana Rapat Alppera dan Pekka, Selasa (19/03/19). Foto: Wahtyu MK - Kanalinspirasi.com

ABDYA – Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Aceh Barat Daya layangkan surat kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyikapi tuntutan jaksa terhadap pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah kerja Kajari Blangpidie.

Adalah Hijrul Nasri bin Hadri Syam (38) yang didakwa melakukan kekerasan terhadap istrinya Elvi Jacqueline Kaumbur alias Olla (36) yang terakhir dilakukannya sekitar lima bulan silam.

Bacaan Lainnya

Memasuki masa persidangan ke-lima, Pekka bersama beberapa elemen organisasi yang peduli terhadap perempuan dan anak (Aliansi Peduli Perempuan dan Anak /Alppera) mulai mengetahui adanya kasus tersebut yang kemudian dijadikan bahan diskusi bersama.

Aksi selanjutnya mereka melayangkan surat kepada Kejaksaan Agung RI yang intinya mempertanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kajari Blangpidie yang hanya menuntut terdakwa selama satu bulan pidana.

Pada Selasa (19/03/19), Pengadilan Negeri Blangpidie telah menyidangkan kasus tersebut memasuki sidang ke-tujuh yang memberi kesempatan kepada terdakwa melalui pengacaranya untuk membacakan pledoi. Namun karena pihak terdakwa belum siap dengan pembelaannya, maka sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua PN Blangpidie, Zulkarnain, SH, MH. ditunda hingga Senin pekan depan.

Fasilitator Lapang Pekka, Mardhiah bersama Kordinator Alppera Hayaturayyah bersama beberapa pegiat perempuan di Abdya yang mulai mengikuti sejak persidangan ke-enam berharap pengadilan berjalan dengan fair.

“Kami heran dengan tuntutan jaksa yang hanya satu bulan pidana dan Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) padahal dengan kondisi korban yang demikian menderita lahir batin setidaknya dituntut minimal lima tahun dan denda Rp. 15 juta.” Ujar Mardhiah kepada media ini sesaat setelah mengikuti persidangan di PN Blangpidie.


Reporter: Wahyu MK
Editor: Dhanil

 

Pos terkait