Pelaku Penipuan Berkedok Janjikan Sepeda Motor Baru Diciduk Polisi

  • Whatsapp

BANDA ACEH – Unit Reserse Kriminal Polsek Ingin Jaya melakukan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana Penipuan di sesuai Laporan Polisi nomor : LP.B / 38 / VIII / YAN.2.5 / 2019 / SPK, tanggal 07 Agustus 2019, sebagaimana dimaksud dalam PASAL 378 KUHPidana, Sabtu (14/9).

Penangkapan tersebut atas dasar laporan dari Budiman, seorang petani asal Desa Ujong XII, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang telah ditipu oleh TM salah seorang warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Dharma, S.Sos seperti dikutip melalui halaman tribratanewsrestabandaaceh.com mengatakan, tersangka telah beberapa kali melakukan penipuan terhadap korban.

“Korban dijanjikan sepeda motor baru oleh tersangka TM, dan sampai saat ini yang dijanjikan oleh TM tidak pernah ditepati olehnya, dan uang telah diserahkan kepada tersangka sehingga korban merasa dirugikan,” jelas Kapolsek.

Menurut Kapolsek Ingin Jaya, kejadian diawal bulan Juli lalu di rumah korban, saat itu tersangka datang kerumah korban dengan membawa satu unit sepeda motor jenis Vario dengan nomor polisi terpasang BL 4305 DAO, warna Ungu (stiker), Nomor rangka MH1KF1110GK908705 dan Nomor mesin KF11E1907007, yang ditawarkan kepada korban.

“Korban saat tersebut menolak karena biaya terlalu besar, kemudian tersangka meminjam uang kepada korban sebesar 10 juta dan tersangka memberikan sepeda motor jenis Vario tersebut sebagai jaminan dan juga tersangka mengiming-imingi korban apabila sepeda motor tersebut laku akan diberikan uang sebesar Lima ratus ribu rupiah,” katanya.

Tersangka juga berjanji akan membawa sepeda motor lainnya yang cocok untuk korban, lanjut Kapolsek, kemudian tersangka mengeluarkan selembar kwitansi yang telah ditempel materai 6000 dan meminta korban untuk menulisnya sendiri dan menandatangani kwitansi tersebut sendiri dan setelah korban tanda tangani kwitansi tersebut dan saksi Wardah menyerahkan uang tersebut kepada tersangka , sementara itu tersangka bergegas meninggalkan rumah korban sedangkan kwitansi berada ditangan korban, ungkap Iptu Tri Andi Dharma.

Empat hari kemudian, ujar Andi, tersangka kembali mendatangi kerumah korban, dan saat itu saksi isteri korban, mengatakan kepada tersangka bahwa saksi menginginkan sepeda motor yang baru, namun tersangka mengatakan harus ditambah lagi biaya sebesar 7 juta. Saat itu korban menyetujui permintaan tersangka, dan kemudian saksi menyerahkan uang yang diminta tersangka namun hanya ditulis pada kwitansi yang sebelumnya sudah ada pada korban tersebut, ungkap Andi.

Saksi dan korban saat itu menanyakan kepastian kapan akan diantar sepeda motor tersebut, tersangka menjawab dalam dua hari akan diantar kepada korban, namun berselang empat hari tersangka kembali mendatangi rumah korban dengan membawa sepeda motor jenis Vario warna hitam dan meminta uang sebesar 3 juta kepada korban.

“Maksud dan tujuan tersangka dalam hal ini adalah jika sepeda motor jenis Vario warna hitam tersebut terjual seharga 7 juta, maka keuntungannya akan dibagi dua, sehingga tersangka hanya meminta 3 juta kepada korban sedangkan sisanya 4 juta ditanggung tersangka,” ujar Tri Andi Dharma.

Permintaan tersangka kepada korban selalu dipenuhi, namun tersangka membawa sepeda motor yang tidak jelas kepemilikannya, sehingga apa yang diinginkan oleh saksi dan korban berupa sepeda motor baru, tidak dipenuhi oleh tersangka dan korban merasa ditipu oleh tersangka, ujar Kapolsek Ingin Jaya ini.

Atas kejadian tersebut, Unit Reskrim setelah memeriksa saksi-saksi dan melengkapi mindik, maka berdasarkan surat perintah penangkapan nomor : Sp. Kap / 14 / IX / RES.1.11 / 2019, / Reskrim tanggal 14 September 2019, melakukan penangkapan terhadap terhadap tersangka.

Unit Reskrim Polsek Ingin Jaya melakukan penyitaan barang berupa satu unit sepeda motor Jenis Honda Vario, dengan Nopol : BL 6194 NAC sedangkan terpasang : BL 4305 DAO, satu unit sepeda motor Jenis Honda Beat, dengan Nopol : BL 6604 KAH, satu lembar kwitansi warna Hijau yang ditandatangani oleh Budiman Musa diatas materai 6000 dan satu lembar KTP asli milik Wirdah Mahmud.

Tersangka di persangkakan dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan penjara empat tahun penjara.

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” tutup Iptu Tri Andi Dharma. (*)

Pos terkait