Pelanggar Qanun Jinayah di Aceh Besar Dicambuk 100 Kali

  • Whatsapp
Ilustrasi Cambuk. Foto : Ist

ACEH BESAR – Pasangan non muhrim yang melakukan perbuatan melanggar Qanun Aceh No.6 tahun 2014 tentang hukum jinayah dengan melakukan perbuatan zina, Jum’at (4/9) pukul 14.30 bertempat di halaman Mesjid Agung Al-Munawarrah, Kota Jantho dicambuk masing-masing 100 kali.

Kasatpol PP dan WH Aceh Besar M Rusli, S.Sos kepada Kanal Inspirasi.com menyebutkan, pasangan pezina itu terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan zina, dan melanggar Pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, sehingga keduanya dicambuk masing-masing 100 kali.

Bacaan Lainnya

Kedua terpidana yang dinyatakan bersalah melakukan perbuatan zina dalam Putusan Mahkamah Syariyah Kota Jantho, yakni Rini Putriani Binti M Hamzah Selian (20 tahun) warga Kluet Timur, Aceh Selatan dan Joni Rama Putra Bin Lahmudin (22 tahun) warga Kluet Selatan, Aceh Selatan.

Hadir dalam prosesi pelaksanaan uqubah cambuk Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab, Kajari Aceh Besar Rajendra D Wiritanaya SH, Wakaplres Aceh Besar, Danyonif 117/KS, unsur Kodim 0101/BS, sejumlah Kepala OPD, Muspika Kota Jantho, dan ratusan jamaah serta masyarakat.

Eksekusi cambuk dilaksanakan oleh Algojo dari personil Wilayatul Hisbah (WH) sesuai dengan disiplin dan protokol kesehatan Covid-19 guna mencegah penyebaran virus corona di Aceh Besar dan waspadai transmisi lokal Covid-19.

Tampak kedua terpidana cambuk tersebut memakai face shield, sementara petugas dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar dan tim kesehatan yang berada di panggung memakai masker.

Wabup Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab atau yang akrab disapa Waled Husaini, dalam sambutannya saat membuka uqubat cambuk, mengharapkan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Disisi lain Waled mengaku sangat kesal karena di tengah musibah pandemi ini masih ada oknum yang berbuat zina di tanah Aceh Serambi Mekkah. “Kami ingatkan untuk seluruh masyarakat jauhkan zina dan perbuatan-perbuatan yang membuat murka Allah SWT,” pintanya.

Wabup Aceh Besar juga mengingatkan agar ditengah pandemi ini tetap mengikuti disiplin protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan memakai masker. “Apabila ketiga hal tersebut sudah dilakukan hal terakhir yang dilakukan yaitu bertawakal kepada Allah SWT,” harapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Mahkamah Syar’iyah Kota Jantho Siti Salwa, menyebutkan bahwa berdasarkan statistik grafik perkara, kasus Jinayat yang masuk dan diadili di Mahkamah Syar’iyah Jantho, saat ini mengalami penurunan jumlah perkara yang cukup signifikan.

Ia membandingkan, bahwa pada 2017 terdapat sejumlah 49 perkara, tahun 2018 berjumlah 26 perkara, di 2019 sejumlah 18 perkara dan tahun ini 2020 sudah 15 perkara. “Alhamdulillah tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat Aceh Besar untuk tidak melanggar hukum sudah mulai terlihat. Ini patut kita apresiasi,” pungkas Siti Salwa. (zal)

Pos terkait