Pemko Banda Aceh Utang Insentif Tujuh Bulan Nakes RSUD Meuraxa, Dokter Menagih Malah Dipecat

  • Bagikan
RSUD Meuraxa Banda Aceh

Kanalinspirasi.com, BANDA ACEH – Direktur RSUD Meuraxa, Fuziati mengakui jika para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 belum menerima insentif.

Para nakes tersebut belum menerima insentif sebanyak tujuh bulan, sejak April hingga Oktober 2021.

“Tahun 2022 ini diupayakan pelunasan insentif akan dilakukan kepada seluruh nakes covid-19,” jelas Fuziati, Sabtu (9/4/2022) seperti dikutip dari BeritaKini.co.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa merupakan milik Pemerintah Kota Banda Aceh. Sehingga pembayaran insentifnya dibebankan kepada APBK Banda Aceh.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin mengakui jika Pemko Banda Aceh memang belum
membayar insentif nakes yang menangani covid pada 2021. Tapi pemko, kata Zainal, berkomitmen untuk membayarnya di 2022.

“Soal ada yang belum terbayar, kita akui ada. (itu) utang 2021, kami tidak mau meninggalkan utang diakhir jabatan ini,” katanya.

Dampak dari belum dibayarnya sebanyak tujuh bulan insentif tenaga kesehatan penanganan pandemi Covid-18 sejak tahun 2021 oleh Pemko Banda Aceh, membuat sejumlah tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum dan gigi, bidan dan perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya, hanya pasrah gigit jari hingga April 2022.

Informasi yang diperoleh, sedikitnya terdapat 30 dokter umum di RSUD Meuraxa, yang bertugas menangani pasien terinfensi Corona Virus.

Seorang dokter mengakui bahwa insentif pada 2021 hanya dibayar selama tiga bulan yakni Januari hingga Maret.

“Setelah itu hingga saat ini tidak dibayarkan, kami ada kurang lebih tiga puluh dokter umum,” kata salah seorang dokter yang bertugas menangani covid di RSUD Meuraxa.

Seorang dokter umum RSUD Meuraxa, dr. Bahrul Anwar yang coba mempertanyakan kejelasan pembayaran insentif,  sampai mengungkapkan rasa kecewanya di media sosial. Hal tersebut dilakukan karena tak kunjung menerima hasil jerihnya menangani pasien covid, di tengah tekanan kebutuhan ekonomi keluarga di masa pandemi.

Namun, postingan foto dan narasi kritikan kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berujung dokter tersebut dipecat.

Baca: Kritik Wali Kota Banda Aceh Pertanyakan Insentif Setahun, Dokter RSUD Meuraxa Malah Dipecat

Sementara itu Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Banda Aceh, Said Fauzan dalam keterangan tertulisnya kepada awak media di Banda Aceh, Kamis (07/04/2022), menyampaikan, pihak rumah sakit telah memberhentikan dr Bahrul Anwar sesuai aturan.

Karena dianggap melakukan pelanggaran berat sebagaimana termaktub dalam surat perjanjian kerjanya dengan Dirut RSUD Meuraxa.

“Di sana ada Pasal 4 yang mengatur tentang hak dan kewajiban para pihak,” ungkap Said.

Dalam pasal tersebut, ungkapnya lagi, pada point kedua huruf g disebutkan;

“Apabila pihak kedua melakukan pelanggaran berat yang meliputi mencemarkan nama baik instansi, pimpinan instansi, dan keluarganya dapat diberhentikan dengan tidak hormat atau pemutusan kerja secara sepihak tanpa kompensasi dalam bentuk apapun oleh pihak pertama,” jelasnya.(*)

  • Bagikan
Exit mobile version