Pemko Sabang Keluarkan Seruan Bersama Terkait Perayaan Pergantian Tahun

  • Whatsapp

SABANG – Pemerintah Kota Sabang mengeluarkan seruan bersama yang berisi larangan perayan malam pergantian tahun.

Dalam surat larangan itu, ada lima poin seruan yang ditandatangani oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Bacaan Lainnya

Seruan bersama ini dikeluarkan agar masyarakat tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melanggar syariat islam di Sabang. Wali Kota Sabang, Nazaruddin mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang sifatnya ugal-ugalan, hura-hura seperti meniup terompet, menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun.

“Ini merupakan salah satu keseriusan Pemko Sabang dalam menjalankan syariat islam. Kita mengimbau agar warga tidak merayakan tahun baru, karena tidak sesuai adat dan istiadat,” kata Nazaruddin.

Kemudian, pihaknya juga melarang kegiatan yang bernuansa islam seperti zikir, yasinan, tausyiah atau sejenisnya. Menurut Nazaruddin, hal itu dapat menyesatkan pemahaman masyarakat islam, seolah-olah, kata dia, perayaan tahun baru masehi diperbolehkan menurut islam.

Imbauan itu juga berlaku kepada wisatawan yang datang ke Kota Sabang. Ia meminta agar setiap wisatawan yang datang agar dapat mematuhi peraturan daerah setempat dan tidak melanggar norma dan budaya Sabang.

“Kami tidak melarang wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Sabang, malah kami sangat senang Sabang ramai dikunjungi oleh wisatawan, namun diharapkan agar wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang dapat menyesuaikan dengan kondisi adat dan budaya masyarakat Kota Sabang yang melaksanakan syariat islam,” ujarnya.

Kemudian, Imbauan itu juga berlaku pada cafe, restoran dan hotel di Sabang, agar tidak memfasilitasi kegiatan penyambutan tahun baru, yang dapat mendukung kegiatan yang bertentangan dengan syariat islam. (*)

Pos terkait