Pemko Sabang Minta PLN Pindahkan Gardu Listrik

  • Whatsapp

SABANG – Pemerintah Kota Sabang minta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelangggan Kota Sabang untuk segera memindahkan gardu listrik yang ada di persimpangan Jalan Perdagangan.

Permintaan tersebut terkait adanya perluasan dan pelebaran jalan serta proyek pembangunan Tugu Lawang (Cengkih) yang telah selesai dikerjakan beberapa pekan lalu.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah minta pihak PLN Sabang untuk segera memindahkan gardu listrik yang ada di persimpangan jalan pedagangan. Namun hingga kini pihak PLN belum juga melakukan pemindahan, kita kuatir keberadaan gardu listrik di badan jalan sangat membahayakan sekali para pengendara yang melintas,” kata Kabag Umum dan Humas Pemko Sabang, Bahrul Fikri S.STP. MM.

Menurutnya, selain mengancam keselamatan pengguna jalan juga secara estetika gardu listrik di badan jalan kurang sedap dipandang mata. Terlebih lagi posisi gardu yang tepat berada di persimpangan Tugu Lawang telah mempersempit ruas jalan, sehingga sudah banyak laporan masyarakat yang minta gardu segera dipindahkan.

Menindaklanjuti laporan itu maka, Pemerintah Kota Sabang secara resmi sudah melaporkan dan minta kepada pihak PLN Sabang untuk memindahkan gardu listrik tersebut. Namun hingga kini permintaan tersebut belum juga dilakukan.

“Kita ingin PLN Sabang secepatnya merespon, jangan nanti sudah jatuh korban baru mau dipindahkan, nanti ujung-ujungnya PLN Sabang yang rugi jadi sasaran sumpah serapa masyarakat. Oleh karena itu agar ini tidak terjadi, kita himbau pihak PLN Sabang agar segera merespon dan secepatnya memindahkan gardu listrik itu,” kata bahrul.

Lebih lanjut dikatakan, jika gardu tersebut sudah dipindahkan tentunya Dinas Pekerjaan Umum Sabang juga sudah bisa merapikan dan menyempurnakan kembali kondisi jalan. Artinya, bila gardu sudah dipindahkan dengan demikian wajah kota Sabang di seputaran Jalan Perdagangan akan bertambah indah ditambah lagi dengan keberadaan tugu baru yaitu Tugu Lawang telah selesai dibangun beberapa waktu yang lalu. (*)

Pos terkait