Pemuda Aceh Besar Minta Pemkab Kritisi Nama Jalan Tol

  • Whatsapp
Sekjen Pemuda Aceh Besar Muhammad Ali. Foto : Ist

ACEH BESAR – Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB IPAR) meminta kepada pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk segera mengkritisi kembali penyebutan nama jalan tol Sigli–Banda Aceh.

Hal itu penting dilakukan guna menjaga marwah daerah ini, terkait penyebutan nama, demikian kata Sekjen Pemuda Aceh Besar Muhammad Ali, Rabu (26/8).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, pemberian nama Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) sangat bertolak belakang dengan lokasi yang sebenarnya.

“Tol Sigli–Banda Aceh ada 6 gerbang tol, yaitu, Blang Bintang, Kuta Baro, Seulimeum, Jantho, Baitussalam. Semuanya di Aceh Besar dan satu pintu di Padang Tiji Kabupaten Pidie, Banda Aceh sama sekali tak ada hubunganya dengan tol ini,” sebut Ali.

Ali menambahkan, tujuannya mengkritisi penamaan jalan tol tersebut untuk memperjelas status daerah, jangan sampai terjadi hal yang sama dengan bandara Sultan Iskandar Muda. Aceh Besar punya wilayah Banda Aceh yang punya nama.

Untuk memperjelas status tersebut, Sekjend IPAR meminta kepada pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk segera duduk rembuk dengan DPRK dan pihak-pihak terkait membahas status tol Sigli- Banda Aceh.

“Sibanceh itu bukanlah singkatan sakral yang tidak boleh diubah, sebab kita juga bisa menciptakan banyak singkatan lain yang sesuai, seperti Aceh Besar – Sigli (Asli) atau Sigli – Aceh Besar (Siabsar atau Siabes) dan masih banyak lagi singkatan yang dapat kita sesuaikan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk mempertahankan harga diri dan kewibawaan Kabupaten Aceh Besar di mata publik, baik lokal, nasional bahkan internasional.“Konon lagi, Blang Bintang adalah pintu masuk Aceh melalui jalur internasional, jika hal ini tidak segera disahuti, maka tamu-tamu yang datang akan mengangap bahwa tempat yang mereka singgahi itu adalah Banda Aceh.

Sebagai organisasi kepemudaan sebut Ali, pihaknya perlu memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah daerah, agar hal-hal yang berimbas besar jangan dianggap kecil, sebab satu saat pasti akan berbuntut panjang seperti halnya bandara Sultan Iskandar Muda. Demikian Sekjed IPAR. (zal)

Pos terkait