Pendidikan di Pulo Aceh Amburadul, Ucok Sibreh: Saya Akan Panggil Dinas Pendidikan

  • Whatsapp
DPRK Aceh Besar Kunjungi Pulo Aceh, Rabu (3/6).

ACEH BESAR – Kondisi pendidikan di Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar semakin menyedihkan dan sangat memprihatinkan.

“Bahkan Sebelum Pandemi Covid-19 kegiatan mengajar di Pulo Aceh sudah amburadul. Karena tenaga pengajar belum maksimal mengunjungi Pulo Aceh”, ungkap Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Muhibuddin Ibrahim, kepada KanalInspirasi, Ahad (7/6), sekembali dari kunjungan kerja ke kecamatan Pulo Aceh.

Bacaan Lainnya

Dewan yang akrab disapa Ucok Sibreh tersebut mengatakan, selama ini sebagai ujung tombak pendidikan di Pulo Aceh adalah guru bakti dan guru kontrak.

“Secara standar pendidikan kita meragukan kemampuan guru bakti, walaupun guru bakti masih mampu untuk mengajar untuk siswa tingkat Sekolah Dasar” lanjutnya.

Kondisi ini, kata Ucok, menimbulkan kecemburuan sosial yang luar biasa. Karena disaat tanggung jawab pendidikan dibebankan kepada guru bakti, namun mereka tidak mendapatkan kesejahteraan yang layak. Sementara tenaga pengajar di Pulo Aceh mendapatkan dana guru terpencil atau daerah terluar.

“Para tenaga pengajar di Pulo Aceh menerima dana guru terpencil. Saat hak  mereka terima, namun belum semua mereka menunaikan kewajibannya mengajar, tentu ini sangat tidak baik bagi pendidikan dan kehidupan sosial di Pulo Aceh”, ujarnya.

Ucok mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh besar segera membentuk gugus khusus untuk memperhatikan masalah jadwal tenaga pengajar di Pulo Aceh.

“Saya akan memanggil hearing Dinas Pendidikan Aceh Besar untuk mengetahui dan memastikan siapa saja tenaga pengajar yang bertugas di Pulo Aceh”, lanjut Ucok.

Menurut Ucok, perlu dipikirkan langkah-langkah khusus pelaksanaan pendidikan di Aceh khususnya di Pulo Aceh dan hal ini akan ditindaklanjuti DPRK Aceh Besar.

“Kita berharap kedepan siapapun yang mengajar di pulo aceh adalah tenaga pengajar yang berasal dari pulo aceh, sehingga tidak ada lagi istilah atau alasan mereka berangkat dari Banda Aceh dan Aceh Besar diluar Pulo Aceh”, tegasnya.

Ucok menyebut hal ini sangat mendesak untuk segera ditangani dan dicari solusi, karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar generasi masa depan bangsa, khususnya Pulo Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

“20 tahun kedepan anak-anak ini yang akan memimpin dan membangun daerah, kalau kader dari Pulo Aceh tidak terdidik dengan baik, maka Pulo Aceh ke depan akan dipimpin oleh orang-orang tidak berpendidikan” pungkasnya.(*)

Pos terkait