Penerima Modal di Abdya Kembalikan Dana Desa Kepada BUMG

  • Whatsapp
dana desa
Kelompok Simpan Pinjam Cendana di Gampong Padang Sikabu, Kuala Batee, Abdya. Foto: Wahyu MK-Kanalinspirasi.com

ABDYA – Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Kelompok Simpan Pinjam Cendana di Gampong Padang Sikabu, Kuala Batee, Abdya sepakat untuk mengembalikan dana desa sebesar Rp80 Juta kepada kas Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) akibat tidak adanya kesepahaman mengenai pengelolaannya.

Sebelumnya melalui musyawarah desa telah dialokasikan dana tersebut untuk penambahan modal bagi kelompok yang didampingi oleh Lembaga Non Pemerintah bernama Pekka (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga), yang mana kelompok tersebut sudah berdiri sejak tahun 2006.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana ketentuan bahwa pemberian modal hanya bisa diberikan kepada organisasi yang sudah memiliki badan hukum, demikian pula dengan kelompok Cendana yang merupakan unit dari Koperasi Khairatunnisa dianggap layak karena sudah eksis selama 13 tahun dengan aset mencapai lebih dari 70 juta rupiah.

Akan tetapi ketika sampai pada tahap pencairan dana desa, muncul berbagai friksi akibat perbedaan penafsiran dari warga setempat yang juga mengharapkan mendapatkan pinjaman.

“Kelompok Cendana punya tata-tertib organisasi dan AD/ART yang sudah baku. Tidak bisa meminjamkan uang kepada bukan anggota kelompok. Sementara alokasi dana desa yang semula untuk keperluan pengembangan usaha simpan-pinjam malah mau diatur diluar ketentuan organisasi. Jelas kami keberatan!” Terang Hasmanidar selaku bendahara kelompok.

“Melalui Rapat Koordinasi anggota kelompok dan Konsultasi dengan Fasilitator Pekka pada Selasa (12/03/19), maka diputuskan dana yang sudah masuk ke rekening kelompok tersebut dikembalikan kepada BUMG,” timpal Siti Rahma yang merupakan ketua kelompok.

“Kami akan fokus untuk mengelola dana yang ada, tidak mau ribut-ribut dana desa.” Tegas Siti Rahma.

Akhirnya pihak Pemerintah Gampong Padang Sikabu membentuk kelompok lain bernama Harapan Bersama yang dilakukan secara mendadak sehari kemudian. Hingga berita ini dibuat, belum ada kejelasan bagaimana kelompok dadakan tersebut memiliki badan hukum yang sah sehingga berhak mengelola dana sesuai peruntukannya.


REPORTER: Wahyu MK
EDITOR: Tim Redaksi

Pos terkait