Perhumas Indonesia Gelar KNH ke-20 di Yogyakarta

  • Whatsapp
perhumas indonesia

YOGYAKARTA – Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia kembali menggelar Konvensi Nasional Humas (KNH) ke-20, dengan mengusung tema HUMAS 2020: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions). Kegiatan ini berlangsung di Sahid Jaya Hotel & Convention, Sleman, Yogyakarta, Senin-Selasa (16-17/12/2019).

KNH kali ini diikuti oleh 600 an peserta yang berasal dari berbagai kalangan, yaitu tokoh nasional/pejabat pemerintah, pimpinan perusahaan, praktisi, akademisi, pakar serta konsultan humas, tokoh-tokoh seni dan budaya, tokoh-tokoh media massa, cetak, elektronik dan digital, pengurus, anggota Perhumas dan Perhumas Muda, Mahasiswa dan peminat masalah komunikasi dan public relations.

Plt Sekretaris Perhumas Aceh, Mahdi Andela yang mewakili Perhumas Aceh hadir mengikuti kegiatan ini melaporkan, ada banyak pembicara yang tampil pada kegiatan ini termasuk dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Dewan Pers, serta sejumlah pakar komunikasi dan kehumasan. Turut hadir menjadi salah satu pembicara putra aceh yang juga Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria, Sekjend Forum Pemred, Arifin Asydhad dan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut.

Mahdi Andela menyampaikan bahwa KNH 2019 ini dijadikan tempat untuk membahas tema kearifan lokal untuk mencari solusi global. KNH 2019 ini diharapkan bisa memberi sumbangan penyelesaian masalah komunikasi sekaligus bisa memaparkan perspektif strategi humas berbasis kearifan lokal yang selama ini telah dihasilkan.

KNH 2019 ini juga diharapkan memberi warna sekaligus identitas yang khas dan kuat bagi insan humas indonesia ke depan. Artinya, tambah Mahdi, dalam menjalankan peran fungsinya, Humas harus bersintesa dengan unsur-unsur budaya dan kearifan lokal yang pada akhirnya akan menghasilkan humas yang berkarakter Indonesia (tidak terdistorsi dengan globalisasi atau digitalisasi), berintegritas dan bertanggung jawab atas profesi (mampu memasukkan unsur-unsur budaya dan kearifan lokal dalam menjalankan fungsinya) serta mampu memberikan nilai lebih pada profesi di berbagai bidang. (*)

Pos terkait