Perpani Aceh Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Pada Kejurda

  • Whatsapp
perpani aceh
Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd

BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd menyatakan, menerapkan protokol kesehatan (Prokes) cegah corona virus desease (Covid-19) pada kejuaraan daerah (Kejurda) yang akan digelar di lapangan panahan, komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 19 – 22 November 2020.

Nyak Amir menyebutkan, menyangkut penerapan Prokes bagian prioritas yang sudah dibahas dalam rapat-rapat persiapan dan kesiapan pelaksanaan Kejurda.

“Dalam setiap pertemuan dan rapat pengurus yang juga panitia, kita juga bahas penerapan serta pengaturan Prokes saat berlangsungnya perlombaan panahan pada Kejurda,” ujar Nyak Amir kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (6/11/2020).

Oleh karena itu, Ia berharap pemerintah untuk memberikan dukungan, terutama dari aspek perizinan pelaksanaan.

“Menerapkan protokol kesehatan, gelaran Kejurda bisa berjalan dengan baik,” sebut Nyak Amir yang juga seorang akademisi olahraga Universitas Syiah Kuala ini.

Katanya, Perpani Aceh sebagai penyelenggara Kejurda siap menerapkan protokol kesehatan dengan menyiapkan alat pelindung diri (APD) yakni berupa masker dan hand sanitizer.

“Kita akan bagikan masker, hand sanitizer kepada peserta pada saat akan dimulainya perlombaan panahan pada Kejurda nanti,” katanya.

Begitu juga, sebutnya, sebagai mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaan nanti, juga akan diatur jarak dan tanpa kerumunan di lokasi perlombaan.  Nyak Amir yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perpani menyebutkan, cukup tinggi animo kabupten/kota untuk mengirimkan pemanahnya mengikuti Kejurda ini.

“Saat ini (Kamis, 5 November 2020) sudah 17 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) Perpani dengan 100 lebih atlet menyatakan ikut Kejurda. Kita perkirakan event ini akan diikuti 162 atlet dari 23 atau semua kabupaten/kota di Aceh,” katanya.

Menurutnya, antusiasnya kabupaten/kota karena pada 2020 atau selama pandemi Covid ini tidak ada event yang digelar yang bisa mereka ikuti.

Disebutkan, melalui Kejurda panahan ini dapat ikut mendorong semangat beraktivitas dan berkompetisi olahraga di tengah badai virus corona, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kejuaraan daerah ini juga menjadi tolok ukur dari pembinaan yang telah dilakukan,” kata doktor di bidang olahraga lulusan Universitas Negeri Surabaya 2004 ini.

Nyak Amir mengatakan, gelaran kejuaraan daerah ini merupakan proses program kerja setiap tahun untuk menyeleksi dan mengevaluasi hasil pembinaan yang dilakukan pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot).

“Kombinasi atlet hasil kejuaraan ini menjadi data base bagi Pengprov Perpani Aceh untuk proses mengikuti event-event nasional di masa mendatang,” katanya.

Sebutnya, seiring Kejurda ini juga akan dilaksanakan rapat kerja tahunan,19 November 2020 dan sebelum perlombaan dimulai, lebih dulu dilakukan penyegaran wasit. (*)

Pos terkait