Persakmi : Masyarakat Harus Patuhi Prosudur Kesehatan

  • Whatsapp
ketua persakmi aceh
Ketua Perhimpunan Serjana dan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Pengda Aceh Saifuddin A Malik, SKM, S.Sos. Foto : Ist

BANDA ACEH – Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Pengda Aceh Saifuddin A Malik, SKM, S.Sos menghimbau agar semua masyarakat di Provinsi Aceh mematuhi prosuder kesehatan dan ajakan perintah, untuk tidak berkumpul di warung kopi guna mencegah penyebaran virus Covid – 19.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Persakmi Pengda Aceh, Senin (23/3) dalam wawancara dengan Kanalinspirasi.com di Banda Aceh. Dikatan, saat ini wabah virus corona sudah mengglobal terjadi, termasuk di Indonesia juga telah ada, meskipun di Aceh belum ditemukan korban yang positif Covid-19, namun banyak yang berstatus ODP atau pasien dalam pengawasan PDP.

Bacaan Lainnya

Sehingga semua masyarakat di Aceh harus waspada, kami selaku oragnisasi yang berhimpun dalam Persakmi yang konsentrasi pada pencegahan, menghimbau masyarakat agar masyarakat sehat tetap sehat, jangan sampai terjatuh sakit.

Baca Juga : PDP Corona Berusia 55 Tahun di Aceh Meninggal Dunia

Untuk mempertahankan masyarakat tetap sehat, maka perlu dilakukan antara lain, masyarakat diminta selalu cuci tangan dalam setiap aktivias sehari-hari, setelah memegang sesuatu cuci tangan, kemudian setelah bepergian dan keluar dari rumah segera cuci pakaian dan mandi sebelum berkumpul keluarga, dalam pergaulan ikuti arahan pemerintah menjaga jarak saat duduk dan berbicara dengan jarak satu meter.

Selanjutnya, ketika merasakan ada batuk dan demam serta sesak nafas segera periksa ke fasilitas kesehatan, bisa ke pukesman dan IGD RS terdekat dan ikuti semua anjuran dari dokter, terhadap gelaja-gejala dan saat ini lebih baik bekerja dan diam di rumah,kecuali untuk kebutuhan emargensi boleh keluar.

Terkait dengan larangan pemerintah tentang larangan untuk tidak membuka warkop dan kita sangat mendukung kebijkan pemerintah menutup tempat keramaian guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. (dn)

Pos terkait