Pertahankan Gelar “Jago Kandang” di Stadion Lampineung, Hadiah Pinalti Wasit Antar Persiraja Unggul 2-1 atas PSKC Cimahi

  • Bagikan

Kanalinspirasi.com, BANDA ACEH – Sempat tertinggal satu gol, Persiraja Banda Aceh mampu menaklukkan  PSKC Cimahi 2-1 dalam laga perdananya pada Liga 2 Indonesia 2022 di stadion H Dimurthala Lampineung Banda Aceh, Sabtu, 10 September 2022.

Sejak awal pertandingan, kedua tim saling melakukan serangan dari berbagai sisi.

Sebagai tim tuan rumah, Persiraja Banda Aceh memiliki lebih banyak peluang, namun gagal menghasilkan gol karena buruknya penyelesaian akhir.

Lemahnya barisan pertahanan Persiraja dimanfaatkan  PSKC Cimahi yang memiliki sedikit peluang, dengan berhasil lebih dulu membobol gawang Persiraja Banda Aceh lewat sundulan keras I Nyoman Sukarja pada menit ke 31.

Gol bertahan 0-1 untuk kemenangan tim tamu hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persiraja Banda Aceh melakukan rotasi pemain dengan memasukkan Riski Tangse dan Fahrizal Dillah. Namun masuknya kedua pemain belum merubah permainan Persiraja untuk mengejar ketertinggalan.

Beruntung, pada menit ke-54 wasit hadiah pinalti untuk tim tuan rumah, karena menganggap pemain pertahanan PSKC Cimahi melakukan pelanggaran.

Zikri Ferdiansyah yang maju sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Skor 1-1 masih bertahan hingga 90 menit waktu normal.

Keputusan wasit menghadiahkan pinalti kepada Persiraja, ternyata sangat mengganggu permainan pemain PSKC.

Sementara di kubu Persiraja, seakan tak mau kalah di rumah sendiri dan mempertahankan gelar “Jago Kandang” di Stadion Lampineung, anak asuh Washiyatul Akmal  terus melakukan serangan ke berbagai sisi pertahanan gawang PSKC.

Hingga akhirnya pada menit ke empat tambahan waktu Persiraja mampu membalikkan keadaan lewat kaki Martunis BA yang mampu memanfaatkan umpan datar dari Rizki Tangse.

Skor 2-1 membuat Persiraja memperoleh 3 poin perdananya musim ini.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Pelatih PSKC Joko Susilo mengeluhkan kepemimpinan wasit  dinilai telah mengganggu konsentrasi para pemainnya gegara hadiah pinalti kepada tim tuan rumah.

“Gara-gara kepemimpinan wasit merusak permainan kami, emosi pemain sudah tidak terkontrol setelah itu,” ujar Joko Susilo.(*)

  • Bagikan
Exit mobile version