Petani Aceh Tamiang Gagal Tanam Akibat Banjir

  • Bagikan
Teks foto : Petani di Aceh Tamiang mulai menyemai bibit padi memasuki musim bercocok tanam rendengan atau awal tahun 2022 di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Kamis (7/4/2022). foto: ANTARA

Kanalinspirasi.com, ACEH TAMIANG –  Petani di Kampung Rantau Pakam dan Teluk Halban, Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang terancam gagal tanam setelah lahan sawah mereka tenggelam di sapu banjir luapan sungai yang juga merendam rumah dan ruas jalan.

“Laporan yang kita terima saat ini masyarakat petani baru saja melakukan penyemaian bibit padi. Dilaporkan ada puluhan hektare sawah tenggelam sehingga dipastikan petani akan kembali gagal tanam,” kata Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar di Aceh Tamiang, Kamis.

Menurut Fakhrurrazi Syamsuyar ini sudah kesekian kalinya petani di wilayah Bendahara mengalami gagal panen dan gagal tanam akibat banjir luapan sungai masuk dari tanggul yang jebol dan belum ada solusi hingga sekarang.
“Ini banjir yang keempat kalinya di Bendahara. Terbesar di awal tahun 2022, kemudian di bulan Maret dua kali terjadi banjir kiriman dan hulu dan di awal April 2022 ini banjir datang lagi,” ungkap Fakhrurrazi.

Dia menceritakan pada musibah banjir sebelumnya petani menanggung kerugian sangat besar. Pasalnya ratusan hektare sawah siap panen di sejumlah desa pesisir itu puso akibat terendam banjir berkepanjangan.

“Beberapa minggu yang lalu petani telah gagal panen akibat banjir. Disaat petani akan kembali bercocok tanam gagal lagi. Seluruh bibit padi yang baru ditabur satu minggu tenggelam,” sebut Camat Bendahara ini.

Pihaknya berencana akan bertemu Kepala UPTD Pengairan Aceh untuk mempertanyakan realisasi perbaikan tanggul jebol di pesisir Aceh Tamiang tahun ini.

“Dalam pertemuan nanti kita akan diskusi langkah apa yang akan dilakukan oleh Pengairan Aceh, termasuk kapan realisasi perbaikan tanggul tanggul secara permanen dikerjakan,” tegasnya.

Sedikitnya ada empat kampung di Kecamatan Bendahara terendam banjir luapan sungai baik dampak kecil maupun parah yaitu Kampung Balai dan Marlempang (dampak kecil), kemudian Teluk Halban dan Rantau Pakam (dampak parah) dan air terus bertambah.

Dari data sementara di Teluk Halban lebih kurang 12 unit rumah terendam sedalam 30 sentimeter, sedangkan di Rantau Pakam lima rumah terendam dan puluhan halaman rumah warga lainnya juga sudah tergenang tapi air belum masuk ke dalam.

“Situasi banjir di Kampung Teluk Halban saat ini sudah surut tapi jalan utama masih terendam. Meski cuaca hari ini cerah, tapi kita tetap waspada banjir kiriman dari hulu karena debit sungai belum normal,” tukas Fakhrurrazi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Tamiang Diwan Syahputra mengatakan informasi terakhir dari lapangan banjir di wilayah Bendahara masih menggenangi jalan dan sebagian rumah warga.

“Tapi sejauh ini belum ada permintaan dari pihak kecamatan untuk BPBD standby-kan personel. Berarti kondisi masih aman,” tutur Diwan Syahputra.(ANTARA)

  • Bagikan