PHE NSB Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir Di Aceh Utara

  • Whatsapp
Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bersama dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyalurkan bantuan masa panik kepada para pengungsi korban banjir berupa kebutuhan bahan makanan.

ACEH UTARA – Banjir besar yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan meluapnya beberapa sungai di Aceh Utara, mendorong Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bersama dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyalurkan bantuan masa panik kepada para pengungsi korban banjir berupa kebutuhan bahan makanan, pada Minggu dan Senin (6-7/12).

Bantuan konsumsi masa darurat bencana banjir disalurkan ke tujuh kecamatan yang paling parah mengalami banjir dan merupakan ring satu wilayah operasi perusahaan tersebut yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, Paya Bakong, Langkahan dan Kecamatan Lhoksukon. Distribusi bantuan tersebut berupa 235 karung beras isi 15 kilogram, 180 kotak mie instan isi 40 bungkus, Telur 50 ikat isi 40 butir, air mineral 265 kotak, dan minyak goreng sebanyak 200 liter.

Bacaan Lainnya

Bantuan tersebut diserahkan ke posko penanggulangan banjir masing-masing kecamatan di kantor camat dan kemudian akan disalurkan ke sejumlah lokasi pengungsian di kecamatan tersebut. Jumlah bantuan yang diserahkan tergantung banyaknya jumlah pengungsi di kecamatan tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara dan para camat.

Field Manager PHE NSB, Dirasani Thaib berharap bantuan masa panik tersebut dapat meringankan beban masyarakat tetangga perusahaan yang terdampak banjir dan dapat menjaga hubungan baik dan persaudaraan antara perusahaan dengan masyarakat yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini.

“Bantuan ini merupakan bukti kepedulian kita terhadap masyarakat tetangga perusahaan, bantuan masa panik ini kita serahkan di saat masyarakat sangat membutuhkan bantuan konsumsi karena terpaksa harus mengungsi ke lokasi pengungsian,” ujar Dirasani. (*)

Pos terkait