Phuket Thailand Mulai Diselimuti Kabut Asap dari Indonesia

  • Whatsapp
kabut asap di phuket
Kondisi udara di Bandara Internasional Phuket, Thailand. Foto: The Taiger

BANGKOK – Setelah Malaysia, Singapura, dan Filipina, kini giliran pulau resor Phuket di Thailand diselimuti kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Indonesia, Senin (23/9). Kabut asap membuat kualitas udara di pulu resor populer itu mencapai level “tidak sehat”.

Menurut situs web real-time aquicn.org yang berbasis di Beijing, pada pukul 09.00 pagi Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 158.

Bacaan Lainnya

Dalam AQI, level 0-50 diklasifikasikan baik, 51-100 diklasifikasikan sedang, 101-200 diklasifikasikan tidak sehat, 201-300 diklasifikasikan sangat tidak sehat, dan 301 ke atas diklasifikasikan berbahaya.

Menurut Departemen Kontro Polusi, partikel PM2.5 di Phuket terukur 57 mikrogram per meter kubik, tingkat yang dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana telah mengeluarkan peringatan terhadap kegiatan di luar ruangan, termasuk mengemudi, berlayar, dan menyalakan api unggun. Para penduduk setempat didesak untuk memakai masker dan menjaga pintu dan jendela rumah tetap tertutup rapat.

Pejabat departemen, Charn Jindachote yang berbasis di Phuket mengatakan kabut lebih tebal terpantau di pantai-pantai pulau Phuket daripada di pusat kota, ketika gunung-gunung memblokir beberapa kabut yang bertiup ke daratan.

“Asap terjadi di Phuket sekitar waktu ini setiap tahun sebagai akibat dari pembakaran (lahan) pertanian di Indonesia, tetapi tahun ini adalah yang terburuk karena saat ini tidak ada hujan dan angin tidak cukup untuk membawa kabut asap ke tempat lain,” kata Charn, seperti dikutip The Straits Times, Senin (23/9).

Bandara Internasional Phuket mengonfirmasi kepada The Straits Times bahwa tidak ada penerbangan yang dibatalkan atau terganggu.

Di tempat lain di selatan Thailand, kabut tebal juga menyelimuti distrik Hat Yai di provinsi Songkhla, di mana AQI berada pada level 93 pada hari Senin.

Kabut asap dilaporkan menyelimuti provinsi Yala dari Kamis hingga Sabtu sebelum akhirnya menghilang. Pemerintah setempat telah menyemprotkan air di daerah yang terkena dampak untuk mengatasi masalah tersebut.

Pos terkait