Plt Sekda: Lulusan SMK PP Saree Harus Jadi Pengusaha

  • Whatsapp
lulusan smk pp saree
Sekda Aceh Ir Helvizar Ibrahim pada acara wisuda angkatan ke 50 SMK PP Saree, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (25/6). Foto: Humas Setda Aceh

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Sektaris Daerah Provinsi Aceh, Ir. Helvizar Ibrahim mengaharapkan agar para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Saree menjadi pengusaha pertanian, mengingat sekitar 40 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh berasal dari sektor ini. Sehingga para alumni sekolah ini dituntut untuk menjadi sumber daya peningkatan produk pertanian di Aceh.

Demikian kata Plt, Sekda Aceh Ir Helvizar Ibrahim pada acara wisuda angkatan ke 50 SMK PP Saree, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (25/6).

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, sektor pertanian menjadi penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, oleh sebab itu para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian dituntut supaya dapat menjadi sumber daya peningkatan produktivitas tani Aceh, dengan cara menjadi wirausaha muda pada sektor tersebut. Dikatakan para lulusan harus berbangga, karena 50 persen pembangunan daerah ini tergantung pada sektor tani.

Ditambahkan, dengan ilmu yang telah didapat oleh para lulusan sekolah tersebut, maka mereka harus mampu untuk selalu berinovasi dan mengembangkan sektor pertanian di Aceh. Kalian tidak boleh beralasan untuk takut menjadi petani, apalagi proses pengelolaan pertanian saat ini tidak lagi sama dengan zaman dulu. Kini, produktivitas pertanian dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi pertanian.

Selain itu, Plt Sekda meminta kepada alumni sekolah tersebut agar mampu mengolah hasil pertanian menjadi produksi yang dapat diperjualbelikan, sehingga semua dapat mengkonsumsi produk lokal di Aceh dan tidak menjadi konsumen dari produksi luar daerah maupun luar negeri.

“Kita tidak akan maju kalau terus menjadi konsumen produksi orang, tetapi kita harus mempu menghasilkan sendiri untuk kepentingan lokal kita”, tambahnya.

Sekda Aceh Ir Helvizar Ibrahim pada acara wisuda angkatan ke 50 SMK PP Saree, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (25/6). Foto: Humas Setda Aceh

Untuk itu saya minta agar semua stakeholder ikut mendukung langkah pemerintah Aceh memprodukasi produk lokal. Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah memerintahkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) supaya membelanjakan produksi lokal untuk kebutuhan setiap instansinya.

“Cintai saja produksi kita. Jika kita belanjakan produksi kita, maka geliat ekonomi akan bangkit,” kata Plt Sekda.

Helvizar mencontohkan, kelapa sawit dapat dijadikan 42 jenis barang produksi. Namun ia menyayangkan, petani Aceh hanya mampu menghasilkan CPO saja dari buah kelapa sawit yang dipanen.

“Yang ingin saya sampaikan, nilai tambah dari kelapa sawit bukan dari TBS ( Tandanya Buah Segar) maupun CPO. Tapi ketika dia menjadi lipstik, sabun itulah nilai tambahnya,” tuturnya.

Untuk itu, kata Helvizar, Alumni SMK PP Negeri Saree harus mampu mengembangkan produksi hasil pertanian. Apalagi, saat ini anak muda dapat berwirausaha di sektor pertanian dengan menggunakan teknologi mekanisasi tanpa perlu repot lagi menggunakan cangkul seperti dulu.Selain itu, lulusan sekolah kejuruan harus mempu mengedepankan soft skill. Soft skill tersebut, kata dia, adalah kejujuran, ketaatan, mau berusaha dan bekerja keras, hal tersebut merupakan nilai yang dibutuhkan dalam dunia kerja serta menjadikan seseorang sukses.

Semenatara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kementrian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan pembangunan kualitas sumberdaya manusia merupakan program unggulan presiden RI di periode kedua ini. Pemerintah akan terus membangun kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kapasitas pendidikan vokasi. Politeknik.

Untuk Aceh sendiri, telah diwacanakan untuk pendirian kembali Politeknik Pertanian. Untuk itu, ia meminta kepada pihak pemerintah daerah agar memberikan dukungan penuh.
SMK PP Negeri Saree merupakan wadah yang sangat berharga, sebab sekolah tersebut merupakan tempat dicetaknya generasi pembangunan pertanian di Aceh, apalagi Aceh berpotensi di sektor pertanian seperti kopi, nilam dan perternakan.

Para lulusan SMK PP Saree, harus menjadi lulusan siap untuk berwirausaha. Untuk itu ia meminta kepada pihak sekolah agar tidak hanya memberikan pola pendidikan ke arah pertanian saja, namun juga memberikan materi terkait enterpreneurship.

“Kementrian Pertanian siap mendukung para lulusan kita menjadi wirausaha bidang pertanian. Uji kompetensi dan sertifikasi sudah dilakukan, nanti para alumni akan memiliki kompetensi atau memiliki branding bagi dirinya sendiri. Nah, itu yang kita dorong, jadi mereka dapat mempromosikan diri sendiri,” kata Idha.

Selain itu, Kementrian Pertanian juga telah mengeluarkan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP). Tujuannya adalah untuk mendorong generasi muda, mahasiswa, dan lulusan sekolah kejuruan untuk menjadi pengusaha muda yang bergerak di sektor pertanian. (*)

Pos terkait