Polres Aceh Timur Tangkap Pembalak Liar

  • Whatsapp
Barang bukti yang diamankan dari lima pelaku illegal logging di Desa Sijudo, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Senin (31/8/2020). Foto : ANTARA

ACEH TIMUR – Satuan Reskrim Kepolisian Resor (polres) Kabupaten Aceh Timur menangkap lima orang yang diduga sebagai pelaku pembalakan liar didaerah itu.

“Mereka ditangkap, Senin (31/8) sekitar pukul 01.00 WIB di Desa Sijudo, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten  Aceh Timur,”kata Kasatreskrim AKP Dwi Arys Purwoko di Idi, Jumat.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan ke lima pelaku tersebut berinsial NZ (40), BS (36), MR (43), SF (20) dan AR (22). Kelimanya warga Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

“Kini ke lima pelaku beserta barang bukti berupa mesin pemotong kayu dan 1/2 Ton kayu olahan berbentuk papan berjenis kayu merbau, kayu meranti, kayu dammar, satu set alat pembelah kayu, satu unit alat berat jondere, dan kayu olahan sebanyak lebih kurang 3 ton dan 6 batang kayu bulat sudah diamankan di Mapolres Aceh Timur guna penyelidikan lebih lanjut,”kata AKP Dwi.

AKP Dwi mengatakan, kronologisnya bermula tim Opsnal Satreskrim bersama Unit III Tipidter  melakukan penyelidikan terkait informasi yang di peroleh dari masyarakat bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana illegal logging didaerah tersebut.

Selanjutnya langsung dilakukan penyisiran di sekitaran hutan dan benar bahwa telah ditemukan kelima pelaku yang sedang bekerja melakukan aktifitas penebangan pohon dengan cara memotong pohon.

Kemudian kayu yang telah dipotong tersebut diolah menjadi kayu papan dengan menggunakan alat pembelah batang kayu yang telah dimodifikasi menggunakan mesin mobil . Selain itu dalam kegiatan illegal logging tersebut juga menggunakan alat berat Jonder untuk menarik kayu-kayu.

“Kepada petugas mereka mengaku bahwa mereka bekerja pada BM dan AD yang diduga sebagai pemodal dan pemilik kegiatan illegal logging tersebut,”kata AKP Dwi.

Selanjutnya pelaku beserta kayu-kayu dievakuasi ke Polres Aceh Timur. Sementara  BM dan AD dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Ke-limanya dijerat Pasal 55 KUH Pidana dan pasal 12 huruf a, b, c, d dan e jo pasal 82 ayat 1 sub pasal 83 ayat 1 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman penjara 5 (lima) tahun penjara,”demikian AKP Dwi.

Pos terkait