Polres Pidie Amankan 4 Pelaku Curanmor, 8 Unit Sepmor dan Tetapkan 3 DPO

  • Whatsapp
Operasi Sikat Rencong Polres Pidie
Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MM memperlihatkan hasil Operasi Sikat Rencong 2019. Foto: IST

PIDIE – Polres Pidie berhasil mengamankan 8 sepeda motor, dalam Operasi Sikat Rencong yang digelar selama 20 hari, sejak tanggal 1 hingga 20 Agustus 2019.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi ST MM mengatakan operasi sikat dilaksanakan dengan sasaran kasus curanmor, yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dari 8 sepeda motor yang diamankan dalam operasi sikat, sau unit diserahkan ke Polresta Banda Aceh,” Sebut AKP Mahliadi, Rabu (21/8).

Dalam operasi sikat rencong ini juga polisi menciduk empat pelaku kasus pencurian sepeda motor, diantaranya SR (30) dan RN (22) warga Gumpang Tiga, Pidie. SR ditangkap bulan Juli beserta barang bukti dua unit sepeda motor.

Dari hasil pengembangan SR, penyidik kembali mengamankan RN warga Grong-grong, yang  disebut-sebut salah satu eksekutor pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Pidie. Polres Pidie juga menetapkan tiga orang dalam daftar pencarian orang (DPO)  yakni Adi Nur (mertua RN) Ibnu Atta dan Malek.

“Semua DPO merupakan para residivis dalam dalam kasus pencurian dan pernah keluar masuk penjara,” kata Mahliadi.

Selain Sat Reskrim Polres Pidie, personil Mapolsek Sakti juga berhasil mengamankan dua tersangka yakni Y(41) dan Z(50) warga Sakti dan menyita dua unit sepeda motor yang merupakan hasil pencurian.

“Personil Polsek Sakti juga mengamankan dua tersangka dan dua unit Supra X 125, total ada delapan unit BB yang diamankan dan satu merupakan diserahkan ke Polresta Aceh Besar,” papar Mahliadi.

Adapun modus operasi para tersangka, usai membawa lari sepeda motor milik korban usai merusak konci kontak menggunakan kunci T, mereka menggadai barang bukti tersebut kepada masyarakat yang berada di kawasan pelosok dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 1,9 juta hingga Rp 2,9 juta rupiah.

“Ada yang juga motor hasil curian yang dijual atau dipasarkan ke daerah Aceh Besar dan Aceh Barat,” pungkas Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi.(*)

Pos terkait