Polresta Banda Aceh Amankan 3 Pelaku Jual Beli Sisik Trenggiling

  • Whatsapp
penjual sisik trenggiling

BANDA ACEH – Unit Tipiter Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh dibawah kendali Iptu Iskandar Muda SE, berhasil membekuk tiga pemuda yang melakukan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di dua lokasi.

KF diamankan oleh Personel Unit Tipiter Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh di Sei Hotel, Banda Aceh, Senin, (19/8) setelah tim mendapatkan informasi dan melakukan penyelidikan tentang informasi adanya penjual dengan sengaja memperniagakan kulit, tubuh atau bagian-bagian satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Bacaan Lainnya

KF pada saat dilakukan pemeriksaan oleh personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh tersebut sedang membawa tas berwarna coklat. Setelah dilakukan penggeledahan, didapatkan isi berupa sisik atau kulit trenggiling di dalam tas miliknya.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK mengatakan, tersangka KF diamankan oleh unit Tipiter dengan cara melakukan cover buy pada tersangka.

Setelah mengamankan tersangka KF, polisi kemudian melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka AZ, karena diduga AZ merupakan pemilik sisik trenggiling tersebut.

“Dari hasil interogasi terhadap kedua tersangka, kami kembali memperoleh informasi di Desa Seuneubok, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, ada satu tersangka lainnya dan kami langsung melakukan pencarian dan penangkapan terhadap tersangka FA” ungkap Kasat Reskrim.

Ketiga tersangka tersebut melakukan tindak pidana perdagangan bagian satwa yang dilindungi undang-undang. Pasal yang dipersangkakan kepada ketiga tersangka tersebut Pasal 21 ayat (2) huruf (b) dan (d) Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara dan denda 100.000.000,- (seratus juta rupiah).

“Dari ketiga tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti yang harusnya tidak diperjual belikan berupa 6,3 kg sisik trenggiling, 115 duri landak dan 1 buah tas warna coklat.” ungkapnya.(*)

Pos terkait