Polri Larang Demo di Gedung MK Saat Sidang Sengketa Pilpres

  • Whatsapp
sidang gugatan pilpres 2019
Kapolri Tito Karnavian. Foto: Ist

JAKARTA – Pihak Kepolisian melarang demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, saat sidang gugatan Pilpres 2019 digelar. Pelarangan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan intelijen untuk melihat ada tidaknya kemungkinan gerakan massa saat sidang gugatan Pilpres 2019 di MK. Sejauh ini, kemungkinan pergerakan massa itu ada.

Bacaan Lainnya

“Sejauh ini kami melihat kemungkinan ada, tetap ada massa yang menyampaikan aspirasi. Tapi tidak kita perbolehkan di depan MK,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/6).

Baca Juga : Tangani Kasus Sengketa Pemilu, 9 Hakim MK Dapat Pengamanan Khusus

Menurutnya, pelarangan demo di depan Gedung MK karena mengganggu jalan umum, ketertiban publik dan hak asasi orang lain. Aturan itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

“Kita juga belajar dari yang di Bawaslu, memberikan diskresi, membolehkan kegiatan di malam hari di jalan umum, ternyata disalahgunakan,” kata Tito.

Maka itu, tambahnya, polisi tak mau mengambil risiko, kali ini tidak boleh ada aksi apapun di depan MK untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.

Pos terkait