Prabowo Ingin Pertahanan Indonesia Bisa Melampaui MEF

  • Whatsapp
jokowi menhan prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo memberi hormat saat memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto sejak awal menjabat terus menelaah kekuataan pertahanan Indonesia dan apa yang perlu diperbaiki. Prabowo ingin memastikan pertahanan Indonesia bisa melampaui Minimum Essential Force (MEF) sehingga, Indonesia bisa swasembada alat utama sistem persenjataan (alutsista) bahkan memasok alutsista untuk negara lain.

“Sejak hari pertama duduk sebagai Menteri Pertahanan. Pak @prabowo memulai peta kerja beliau dari menelusuri kekuatan Komponen utama pertahanan Indonesia, mulai dari SDM Prajurit dan Alutsista. Beliau ingin Prajurit lebih sejahtera dan Alutsista kita layak bagi pertahanan Indonesia,” ujar Staf Khusus bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Menhan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam cuitan di akun resminya @Dahnilanzar Sabtu (23/11) malam.

Dahnil menjelaskan bahwa Prabowo berkomitmen penuh untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri sehingga sebisa mungkjn mengganti impor alutsista yang dibutuhkan dan memproduksi sendiri di dalam negeri.

“Jalan menuju Alutsista yang layak juga ditempuh dengan jalan se-maksimal mungkin mengurangi impor dengan melakukan substitusi impor khusus alutsista yang bisa diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri. Maka, mendukung penuh pengembangan industri pertahanan dalam negeri menjadi komitmen,” tulisnya.

Menurut mantan Ketua Umum (Ketum) PP Pemuda Muhammadiyah itu, Prabowo sejak awal menjabat Menhan sudah tau persis seluk beluk pertahanan Tanah Air. Bahkan, Prabowo memahami secara teknis mengenai teknologi persenjataan seperti radar, kapal dan pesawat tempur termasuk juga soal kualitas dan harganya.

“Menteri Pertahanan @prabowo adalah menteri yang sejak awal duduk sebagai Menhan telah hafal “sudut-sudut” masalah pertahanan Indonesia. Secara teknis beliau paham teknologi persenjataan, radar, kapal, pesawat tempur, mulai dari kualitasnya sampai satuan harganya,” bebernya.

Karena itu, lanjut Dahnil, Prabowo jngin memastikan bahwa TNI harus jauh melampaui MEF. Tak hanya memodernisasi sistem persenjataan TNI, tetapi TNI yang sudah kuat harus menjadi lebih kuat.

“Sehingga dedikasi Menhan @prabowo ingin memastikan TNI tidak sekedar memenuhi MEF (Minimum Essential Force) namun harus lebih. Proses modernisasi persenjataan hrs diakselerasi. TNI yang sudah kuat harus lebih kuat,” terang Dahnil.

Lebih dari itu, Kata Dahnil, dalam forum Asean Defense Ministers Meeting (ADMM) Plus di Bangkok beberapa waktu lalu, Prabowo seringkali menjadi pencair suasana antara beberapa Menhan dengan candaannya yang khas. Hal itu menunjukkan bahwa Prabowo dan Menhan tersebut saling mengenal dan punya kedekatan dan itu bisa menjadi modal untuk membangun kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain.

“ADMM Plus di Bangkok, menajdi forum para Menhan ASEAN plus AS, China, Rusia dll dalam setiap forum kelihatan Pak @prabowo seringkali menjadi pencair suasana dengan humor-humor khasnya, apalagi beberapa Menhan saling kenal dengan Pak Prabowo karena pernah sama-sama belajar sebagai special force ketika aktif dulu.”

“Pertemuan-pertemuan Menhan @prabowo dengan para Menhan dibanyak negara penting dilakukan dalam rangka memastikan kerjasama pertahanan yang kuat, dan membangun mutual understanding antar negera,” tutup Dahnil.

Pos terkait