Program Unggulan Pemerintah Aceh Periode 2017 -2022

  • Whatsapp
dua tahun irwandi yusuf nova iriansyah memimpin aceh
Program Unggulan Pemerintah Aceh. Foto: Ist

DUA tahun sudah Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah memimpin Aceh. Beban dan tugas memajukan Aceh berada di pundak keduanya. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan Aceh Hebat. Ada yang telah dicapai, ada tengah dibina sementara sisanya sedang dijajaki.

Ada 15 program unggulan yang tertuang dalam Aceh Hebat dan semua program tersebut sangat penting untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Aceh. Dalam dua tahun kepemimpinan Irwandi – Nova, berbagai program tersebut mulai menampakkan hasil. Memang, belum semuanya tecapai sesuai target. Namun geliat itu mulai menampilkan hasil. Berikut kami sajikan capaian-capaian dari 15 Program Aceh Hebat.

Bacaan Lainnya

1. Aceh Seujahtra (JKA Plus)

Untuk menyukseskan program Aceh Seujahtera (JKA Plus) pemerintah Aceh telah membuat beberapa terobosan, yaitu dengan menyederhanakan proses administrasi berobat bagi pasien, melakukan integrasi sistem pendaftaran dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan.

Saat ini, sebagian besar Rumah Sakit di Aceh telah menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit. Dengan sistem ini, pasien dan keluarga pasien akan mengetahui ketersediaan tempat tidur dan ruang berobat, sehingga akan mempermudah keluarga pasien menentukan rujukan bagi pasien. Para petugas medis pun akan membantu dengan memberikan rekomendasi berdasarkan perimbangan.

Nova Sidak RS Subulussalam
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Foto: Humas Setda Aceh

Terobosan lainnya adalah, melakukan pemilahan pasien dengan menggunakan fingerprint. Saat ini, Pemerintah Aceh juga telah menyediakan Rumah Singgah bagi pasien dan keluarga pasien di 3 lokasi.

Berbagai upaya perbaikan pusat layanan kesehatan pun terus dipacu oleh Pemerintah Aceh. saat ini, 95 persen Rumah Sakit di Aceh telah terakreditasi, sedangkan Puskesmas yang sudah terakreditasi hingga saat ini telah mencapai 73 persen.

Berbagai program dan terobsan yang dilakukan Pemerintah Aceh ini telah mendapatkan pengakuan dan prestasi di tingkat nasional. Di antaranya, Aceh dinobatkan sebagai daerah tingkat provinsi dengan komitmen terbaik dalam implementasi SIKDA Generik.

SIKDA Generik adalah aplikasi sistem informasi kesehatan yang mengintegrasikan sistem-sistem informasi di puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik itu milik pemerintah maupun swasta. Aplikasi dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelyanan kesehatan serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan.

Prestasi lainnya, Website Dinas Kesehatan Aceh dinobatkan sebagai terbaik I, pada acara Anugrah Situs Inspirasi Sehat Indonesia (E-Aspirasi) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 54 Tahun 2018. Selain itu, program eliminasi kusta di Aceh juga memperoleh penghargaan dari Kemenkes.

Selanjunya, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin juga meraih penghargaan Indonesia Hospitality Winner 2018 Choice Award dari Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan predikat tertinggi atau Best of The Best.

Bersama RSIA, RSUZA juga memperoleh penghargaan dan sertifikat Akreditasi sebagai Rumah Sakit dengan kelulusan tingkat PARIPURNA. RSUZA juga telah menerima penghargaan sebagai rumah sakit yang menerapkan prinsip syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di tahun 2018, Pemerintah Aceh juga mendapat penghargaan Universal Health Coverage JKN-KIS Award 2018, yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara.

UHC JKN-KIS Award 2018 diberikan karena Aceh dianggap mendukung Program JKN-KIS sebagai program strategis nasional dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Aceh.

Untuk diketahui bersama, jumlah penduduk Aceh yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di tahun 2018 sebanyak 2.131.996 jiwa. Terjadi penambahan 106 persen dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya 2.009.031 jiwa.

Tak melulu sektor kesehatan, untuk program Aceh Seujahtera lainnya, Pemerintah Aceh juga telah meluncurkan beberapa terobosan, yaitu dengan menyerahkan 2.200 sertifikat tanah bagi rakyat miskin.

Pemerintah Aceh juga telah membangun 222 unit rumah transmigrasi, membagun 16 pusat sarana air bersih dan membangun jalan sepanjang 53 kilometer serta membangun 5 unit jembatan di seluruh Aceh.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga telah menaikkan Upah Minimum Provinsi menjadi Rp2.916.800, ini merupakan UMP tertiggi di Sumatera. Sebelumnya, UMP Aceh berada pada angka Rp2.500.000.

2. Aceh SIAT

SIAT, adalah singkatan dari Sistem Informasi Aceh Terpadu. Untuk mendukung program ini, pada tahun 2017 telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 29 tentang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Di tahun 2019 ini, juga telah terbit Pergub nomor 20 tahun 2019 tentang SIAT.

Pasca terbitnya kedua Pergub ini, sejumlah aplikasi terus dikembangkan untuk mendukung program Aceh SIAT, yaitu Sistem Informasi manajemen Agenda Pimpinan. Aplikasi Profil Kesehatan, Aplikasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum terintegrasi, Aplikasi LKH Da’i Perbatasan yang telah berbasis mobile.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga telah melakukan pengembangan aplikasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) multisite dan multidomain. Pengembangan webcore dayah juga dilakukan secara multisite dan multidomain. Selanjutnya, juga diluncurkan Aplikasi monitoring berita di website Satuan Kerja Perangkat Aceh. Aplikasi Manajemen Aset.

Pemerintah Aceh juga meluncurkan Aplikasi webcore Gampong ID sebanyak 6.497 domain. Aplikasi Sistem Informasi Gampong Aceh Province, Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di 3 Rumah Sakit. Aplikasi e-Keurani, yaitu (Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara Terintegrasi Pemerintah Aceh) Aplikasi SIMANJA (Sistem Informasi Manajemen Kerja) dan Absensi Online Terintegrasi.

Pemerintah Aceh juga telah meluncurkan Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting dalam sistem penganggaran. Peluncuran aplikasi ini sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan tepercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik.

Untuk mendukung Program Aceh SIAT, Pemerintah Aceh juga telah menyediakan akses internet di 100 Puskesmas, menyediakan akses internet di 150 titik Taman Digital di seluruh Aceh, dan meluncurkan Aplikasi MANTRA (Manajemen Integrasi Informasi dan Data).

Berbagai terobosan Pemerintah Aceh ini pun mendapatkan pengakuan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. LAPAN memberi Apresiasi Indriya Mandrawa kepada Bappeda Aceh, pada Rapat Koordinasi Nasional Citra Satelit Inderaja, di Jakarta.

3. Aceh Caroeng

Aceh Carong fokus pada program peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia, di antaranya dengan meningkatkan bantuan beasiswa anak yatim dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dari sebelumnya Rp1.8 juta menjadi Rp2.4 juta per orang per tahun.

Untuk menunjang pelaksanaan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, Pemerintah Aceh telah membangun 17 gedung SD, SMP/MTsN, dan menambah 54 ruang kelas belajar serta 6 paket laboratorium dan ruang praktikum.

Selain itu, untuk mendukung Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan penunjang kegiatan belajar, Pemerintah Aceh melakukan pengadaan komputer sebanyak 2.838 unit dan laptop 82 unit serta server sebanyak 84 unit.

Aceh Carong Membaca

Upaya peningkatan rata-rata hasil UNBK tingkat SMA, SMK da MA juga terus dipacu dengan membangun fasilitas penunjang dan melakukan pengadaan 6.296 komputer untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan UNBK dan penunjang kegiatan belajar serta pengadaan sebanyak server sebanyak 1.145 unit.

Langkah ini terbilang sukses karena rata-rata hasil UNBK Aceh tingkat SMA, SMK dan MA, yang sebelumnya berada di peringkat 34 berhasil melonjak ke posisi 27 pada tahun 2019 ini.

Selain itu, sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan Syari’at Islam. Pemerintah Aceh juga telah menyelenggarakan kurikulum pendidikan yang Islami.

Sementara itu, untuk peningkatan SDM tenaga kerja, Pemerintah Aceh menggelar sejumlah pelatihan kepada 4.763 orang. Bagi Pegawai Negeri Sipil dan non PNS, Pemerintah Aceh menggelar program Language Training for Academic Purpose Test, serta menggelar Training of Trainer (ToT) Sistem Informasi Gampong dan Keterbukaan Informasi Publik.

Berbagai upaya peningkatan kapasitas dan pengadaan fasilitas penunjang program Aceh Carong juga menuai sejumlah prestasi, yaitu SMP Penyaji Terbaik Festival Kreativitas Musik Tradisional tingkat Nasional pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2018. Juara pertama cabang Karate tingkat nasional pada pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi tingkat Nasional ke-12 tahun 2018. Juara Pertama pada Pemilihan Guru TK Berdedikasi di Daerah 3T tingkat Nasional tahun 2018 dan Pelatihan tingkat Nasional tahun 2018. Lomba Kompetensi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan tingkat Nasional tahun 2018.

Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) tingkat Nasional tahun 2018 dan Festival Lomba Seni Siswa Internasional Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP).

Sementara itu, dalam rangka melakukan percepatan pengembangan energi terbarukan telah disusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di 3 kabupaten dan kelayakan pembangunan PLTMH di Kabupaten Aceh Tengah.

Disamping itu, untuk pengembangan energi panas bumi (geotermal) telah dilakukan koordinasi, pembinaan, dan pengawasan di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Seulawah Agam Kabupaten Aceh Besar, WKP Jaboi Kota Sabang, dan WKP Geureudong di Kabupaten Pidie. (adv)

Pos terkait