Protes Perampasan Tanah oleh Israel, Massa Dibubarkan Polisi Dengan Senjata

  • Bagikan
Polisi Israel. (Foto: Anadolu)

YERUSALEM– Ratusan orang Arab menggelar demo memprotes perampasan tanah yang dilakukan Dana Nasional Yahuni. Polisi Israel menggunakan bom suara, peluru karet dan gas air mata guna membubarkan massa. Aksi protes digelar Kamis (13/1/2022) di wilayah Negev, Israel Selatan.

Akibat tindakan polisi tersebut, banyak demonstran luka-luka.

Pusat hukum untuk hak-hak minoritas Arab di Israel mengatakan, polisi menyamar dengan pakaian Arab. Mereka menangkap sejumlah besar demonstran.

Dikatakan, orang-orang Arab di Negev telah memperoleh izin sebelumnya dari polisi untuk mengorganisir demonstrasi. Namun polisi membubarkan demonstrasibahkan sebelum aksi dimulai.

Sementara itu, polisi Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan, pasukan mereka mencoba mengendalikan kerusuhan di daerah Shaqib al-Salam dan Tel el-Saba’. Namun polisi Israel tidak mengungkapkan jumlah pasti demonstran yang ditahan.

Jumlah warga Arab di wilayah Negev diperkirakan 300.000 orang. Sebanyak 5 persen dari mereka tinggal di tanah miliknya. Sementara 95 persen, tanahnya telah disita oleh Israel sejak 1948.(*)

  • Bagikan
Exit mobile version