PWI Aceh Adakan Uji Kompetensi Wartawan Angkatan XI

  • Whatsapp
Drs. H. Raidin Pinim, M. AP, Bupati Aceh Tenggara

ACEH TENGGARA – Bupati Aceh Tenggara Drs. H. Raidin Pinim, M. AP, dengan resmi membuka acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan XI, Sabtu (28/11/2020), di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara,

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sangat mendukung Uji Kompetensi Wartawan, demi terciptanya insan pers yang layak dan teruji sesui kompetensi yang patuh pada kode etik jurnalistik,’’ sebut Bupati dalam sambutannya.

Bacaan Lainnya

Raidin juga berpesan kepada wartawan di Kabupaten Aceh Tenggara harus mampu menghasilkan tulisan-tulisan berbobot yang mencerdaskan, berimbang dan mengedukasi masyarakat.

“Wartawan kita harapkan tidak membuat atau menyebarkan berita-berita hoax dan tendensius,” lanjutnya.

Lebih jauh Bupati mengharapkan wartawan di Aceh Tenggara Wartawan di Kabupaten Aceh Tenggara dapat mendukung pembangunan dan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dengan memberitakan berita yang berimbang sesuai situasi yang ada.

“Kritik boleh, tapi cari solusi sehingga masyarakat bisa mendapatkan berita yang enak dan berimbang berdasarkan fakta dan kondisi dilapangan,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari, Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman, unsur FORKOPIMDA Aceh Tenggara, Kepala dinas Infokom dan jajaran dan PLT. Ketua PWI Aceh Tenggara Sumardi,serta 35 peserta UKW.

Melalui UKW ini, harap Bupati, tercipta wartawan yang profesional dan dapat bersinergi dengan pemerintah.

“Profesi wartawan adalah profesi mulia, maka wartawan tidak boleh semberono menulis, hak dan kewajiban wartawan harus diketahui, maka jagalah harga diri wartawan dengan cara meningkatkan kompetensi, keahlian dan kemampuan,” pungkasnya.

Atal Sembiring Depari, Ketua PWI Pusat

Sementara itu Ketua umum pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat, Atal Sembiring Depari, menegaskan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) para jurnalis dituntut profesional dan beretika dalam menjalankan tugas, pasalnya tanpa etika wartawan itu perlahan akan mati.

“Tugas pers itu sangat berat, yakni mampu membangkitkan kepedulian publik masyarakat dan pejabat, membangkitkan partisipasi dalam membangun, membangkitkan optimisme dan mengedukasi publik, karena itu PWI wajib memiliki wartawan yang kompetensi,” ungkapnya.

Atal mengatakan, ompetensi wartawan merupakan tolak ukur utama seorang wartawan yang di anggap profesional.

“Tolak ukur utama adalah kompetensi, wartawan tanpa kompetensi abarat pepesan kosong,” sebut Atal Depari sembari mengutip ungkapan mantan ketua Dewan Pers, Bagir Manan.(*)

Pos terkait