Ratusan Ribu Batang Rokok dan 59 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan

  • Whatsapp
bea cukai aceh
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Cabang Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh memusnahkan barang ilegal berupa rokok dan bawang merah, di kawasan Komplek Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (12/9). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

ACEH UTARA – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Cabang Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh memusnahkan barang ilegal berupa rokok dan bawang merah, di kawasan Komplek Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (12/9).

Pemusnakan dilakukan dengan cara, bawang dan rokok dimasukan ke dalam sebuah lubang besar yang sudah digali sebelumnya. Selanjutnya rokok dan bawang ilegal tersebut dibakar. Setelah itu, lubang pun ditimbun kembali dengan menggunakan excavator.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh Safuadi mengatakan, pemusnahan sebanyak 59 ton bawang merah ilegal merupakan hasil sitaan atau barang bukti tindak pidana kepabeanan yang didapatkan dari dua kapal di perairan Jambo Aye, Aceh Utara, pada akhir Agustus 2019 lalu.

Kedua kapal Motor tersebut KM. Chantika GT. 53 No. 972/QQb sebanyak 4.232 karung bawang merah ilegal atau sekitar 38 ton. Sedangkan KM. Alif GT. 25 No. 385/QQm didapatkan bawang merah ilegal itu sebanyak 2.336 karung/sekitar 21 ton.

Menurut Safuadi, apabila bawang merah impor ilegal yang tidak melalui proses tindak karantina itu beredar, maka dapat membahayakan kesehatan konsumen. Sehingga bisa menyebarkan virus atau bibit penyakit dan dapat mengganggu kelangsungan produksi oleh petani bawang merah.

Selain bawang merah ilegal, lanjut Safuadi, pihaknya juga memusnahkan barang bukti rokok ilegal dengan jenis Luffman, Sakura, dan jenis lainnya.

Jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan sebanyak 359.852 batang atau 26 karung.

Barang bukti rokok ilegal tersebut merupakan hasil sitaan sejak awal Januari hingga September 2019.

Ada juga 26 karung kacang hijau dengan kondisi rusak dan dua karton poultry cup kondisi rusak.

“Sedangkan kerugian materil berupa potensi penerimaan negara yang tidak tertagih dari bea masuk pajak dalam rangka impor dan cukai sebesar Rp797.293.831.
Ini merupakan kerugian yang ditimbulkan bawang merah ilegal serta barang milik negara ekskepabeanan dan cukai,” pungkas Safuadi. (*)

Pos terkait