Ratusan Warga Agara Dulang Emas

  • Whatsapp

KUTACANE – Sudah sepekan warga masyarakat dari berbagai penjuru , ikut memburu emas di wilayah Kecamatan Ketambe dan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara tanpa pengawasan dari pihak terkait.

Warga masyarakat Pendulang emas dadakan, terus bertambah dari berbagai kecamatan dengan pola tradisional terus berlangsung hingga Selasa (5/1).

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan Kepala Wilayah Kecamatan Ketambe, Asfar Gunawan mengatakan pihaknya sudah memanggil dan membahas masalah maraknya pendulang emas dadakan tersebut.

Dalam rapat terbatas dihadiri Imum mukim Tuah Negeri, bersama 3 (tiga) pengulu diantaranya Pengulu Kute Penanggalan, Datuk Pining Kecamatan Ketambe dan Pengulu/Kades Darul Makmur kecamatan Darul Hasanah, lokasi pendulangan emas berlangsung.

Dari hasil rapat menghasilkan empat point kesepakatan bersama dalam upaya pembinaan dan pengawasan.

Diantaranya kewajiban pertama bagi masyarakat pendulangan hanya diperbolehkan dengan cara tradisional.

Point kedua warga pendulang dikenakan pungutan 25% dari hasil yang diperoleh warga, disetorkan sebagai Pendapatan Asli Kute (PAK).

Di point ketiga, bagi warga yang menggunakan alat, selain cara tradisional harus mendapat ijin/rekomendasi dari kepala daerah, hingga ke pusat, bila melangggar ketentuan diatas akan dikenakan sanksi hukum yang berlaku.

Di point keempat, dalam mencegah keributan akan dibentuk tim panitia yang fungsinya sebagai pengawasan, terang Asgun panggilan akrab pak camat Ketambe.

“Bila pola tradisional dan pengawasan serta tidak merusak ekosistem saya rasa tidak ada masalah” tandas camat.
dari pihak kecamatan, tidak memiliki kapasitas kewenangan sebagai pencegah dan penindak, hanya bisa melakukan pengarahan dan pembinaan saja.

Lebih jauh camat meminta pendapat kepala daerah dulu. Untuk saat ini baru sifatnya arahan yang kita sampaikan camat.

Upaya pendulangan ini sangat mengejutkan dan sangat bersyukur bagi warga ketambe khususnya,di saat warga tengah mengalami krisis ekonomi akibat pandemi covid19.

Kalau dari segi keselamatan yang perlu dilakukan pengawas kepada anak-anak dibawah umur, yang ikut berada di sepanjang bantaran sungai DAS Lawe Alas yg cukup deras dan ganas. (mh)

Pos terkait