Rekanan Proyek Jalan Tol Sibanceh Belum Setor Pajak Galian C, DPRK: Akan Kita Panggil

  • Whatsapp

ACEH BESAR – Komisi III DPRK Aceh Besar akan meminta keterangan rekanan proyek pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) terkait tunggakan pajak galian C.

“Kami akan panggil pihak rekanan rekanan proyek Tol-Sibanceh terkait pajak yang belum disetor kepada daerah” kata Ketua Komisi III Firdaus Armia, usai Hearing bersama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Besar, diruang kerja Komisi III Jantho, Kamis (25/06), membahas Penghasilan Asli Daerah (PAD) Aceh Besar dari pajak galian C pembangunan proyek jalan tol Ruas Sigli – Banda Aceh (Sibanceh).

Hearing dihadiri Kadis BPKD, Arifin didampingi Kabid PAD Hadi Ichsan, SE., M. Si, serta seluruh Wakil Ketua Komisi III Khubbie El Risal, SH, Sekretaris Syahrizal dan Anggota Komisi III Zulfahmi dan Mustafa.

“BPKD menjelaskan telah menagih pajak mineral bukan logam dan bebatuan atau pajak galian C dalam perkerjaan, namun belum tuntas”, jelas Firdaus,

Lanjutnya, pajak yang telah dibayar akhir Juni 2019 dan masuk ke kas daerah sebesar Rp10,5 miliar, berasal dari dua segmen yaitu segmen 4 dan segmen 3 proyek tol.  Di segmen 4, total pajak Rp24 miliar namun baru dibayar oleh pihak rekanan Rp7 miliar. Sementara segmen 3 total pajak Rp28 miliar dan telah dibayar Rp3,5 miliar.

“Padahal pembangunannya 5 segmen di Aceh Besar, artinya masih banyak sekali minus pajak galian C yang belum disetor oleh rekanan proyek tol Sibanceh kepada daerah,” ujarnya.

Komisi III DPRK, kata Firdaus, akan memanggil rekanan proyek tol dalam waktu dekat guna meminta keterangan lebih jelas dan detail.

“Kita telah mendengar paparan dari BPKD dan Komisi III berkomitmen dalam pengawasan dan pengelolaannya, Pemerintah, legislatif harus fokus mengenai pajak galian C ini agar pembangunan Aceh Besar terbantu dengan PAD tersebut”, tegasnya.

Proyek Tol-Sibanceh tol yang menghubungkan Kota Sigli dan Banda Aceh ini terdiri dari 6 seksi, yaitu segmen 1 Padang Tiji-Seulimum sepanjang 24,3 kilometer; segmen 2 Seulimum-Jantho sepanjang 7,6 kilometer; segmen 3 Jantho-Indrapuri sepanjang 16 kilometer.

Kemudian segmen 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kilometer; segmen 5 Blang Bintang-Kuta Baro sepanjang 7,7 kilometer, dan segmen 6 Kuto Baro-Baitussalam sepanjang 5 kilometer dengan total panjang 74 Kilometer.

Sebagai landing sektor keuangan daerah, Komisi III berharap PAD dari pembangunan jalan Tol dapat digunakan maksimal.

“Minus anggaran daerah karena refocusing untuk penanganan Covid-19 mungkin bisa tertutupi sedikit dengan PAD jalan tol,” katanya.(*)

  • Whatsapp

Pos terkait