Riset UNICEF : 40 Persen Remaja Indonesia Masih Keluyuran Ditengah Pandemi

  • Whatsapp
Suasana mal Tunjungan Plaza Surabaya ditengah wabah corona (17/3) sore. Foto : Suarasurabaya.com

JAKARTA – Riset United Nation Children’s Fund (Unicef) Indonesia mengungkapkan di tengah-tengah pandemi corona sebanyak 40 persen remaja masih berada di luar rumah untuk kepentingan selain berobat dan membeli makanan.

Riset itu berdasarkan survei kepada kurang lebih 4.000 responden anak-anak usia 16-18 tahun di seluruh Indonesia pada Maret lalu.

Bacaan Lainnya

“Artinya larangan untuk tidak kumpul, tidak bepergian, atau di rumah saja, itu perlu diperkuat,” ujar Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku Unicef Indonesia Rizky Ika Syafitri dalam video conference, Sabtu (11/4).

Berkaca dari hasil tersebut, ia mengimbau para orang tua untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak di tengah penyebaran virus corona ini. Sebab, anak-anak cenderung mencontoh perilaku orang dewasa.

“Misalnya, cuci tangan pakai sabun, berpergian memakai masker, dan membawa hand sanitizer saat keluar rumah. Yang lain adalah be kind, tetap baik menjaga solidaritas di situasi yang sulit ini,” katanya.

Unicef Indonesia sendiri mencatat 38 persen anak-anak merasa dalam suasana hati cukup baik di tengah penyebaran virus corona, sementara, 28 persen lainnya mengaku sedih.

Senada, riset Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan sebanyak 74 persen anak mengaku masih melihat warga yang keluar rumah di lingkungan mereka.

Namun, hampir 99 persen anak-anak memahami jika gerakan di rumah saja sangat penting untuk mencegah penularan pandemi.

“Sebagian besar anak menjadi waspada dalam menghadapi situasi ini, tetapi ada anak yang merasa biasa saja,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Eko Novi Ariyanti.

Ia menyarankan orang tua harus waspada jika anak mereka bersikap paranoid terhadap pandemi corona, karena ketakutan yang berlebih dikhawatirkan dapat mengganggu psikologis anak.

Ia juga meminta orang tua waspada jika anaknya mengaku biasa saja menghadapi penyebaran virus corona, sebab dikhawatirkan anak tersebut menjadi tidak peduli dengan tindakan pencegahan penyebaran.

“Mayoritas anak-anak berharap wabah ini dapat segera tertangani, cepat reda, dan kembali seperti sedia kala sebelum Ramadan tiba,” ucapnya.

Riset Kementerian PPPA tersebut berdasarkan survei melalui google form yang dilakukan oleh pengurus Forum Anak Seluruh Indonesia pada periode 26-29 Maret 2020 dari 29 provinsi.

Mayoritas responden adalah anak usia 14-17 tahun sebanyak 90 persen. Rinciannya, 69 persen anak perempuan dan 31 persen anak laki-laki.

Pos terkait