Rohingya di Aceh Utara Diizinkan Mendarat

  • Whatsapp
rohingya
Masyarakat pesisir pantai membantu mengevakuasi imigran Rohingya dari Myanmar ke pantai Lancok Bayu, Aceh Utara, Kamis (25/6/2020). 94 imigran Rohingya dari Myanmar, termasuk 30 anak-anak, telah diselamatkan dari sebuah perahu kayu yang reyot di lepas pantai Aceh. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – 94 Imigran Rohingya yang masuk kawasan Pantai Lancuk Bayu, Aceh Utara, dievakuasi ke daratan setelah ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan badan PBB terkait penanganan pengungsi (UNHCR).

Asisten II Pemerintah Aceh Utara Risawan Bentara mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Imigrasi mengenai tempat penampungan para pengungsi di kawasan Peunteut, Lhokseumawe. “Alhamdulillah hari ini sudah ada keputusan mereka (Rohingya) kita tampung, nanti di tempat imigrasi. Mudah-mudahan Kepala Imigrasi mengizinkan tempat itu,” kata Risawan kepada awak media, Kamis (25/6).

Bacaan Lainnya

Risawan menjelaskan para pengungsi tersebut lebih baik dibawa ke tempat penampungan milik Imigrasi tersebut hanya tinggal dibersihkan serta dipasang lampu penerang, dan sudah langsung dapat digunakan. “Kalau ini bisa ditangani segera, bisa kita evakuasi lebih aman dari pada kita buat tenda di sini nanti kita khawatir berbaur dengan masyarakat di sini,” ujarnya.

Warga dibantu Basarnas, BPBD menurunkan satu persatu warga Rohingya dari atas kapal ke bibir pantai Desa Lancok. Hal itu dilakukan karena situasi cuaca yang ekstrim ditambah hujan deras, membuat warga berinisiatif melakukan evakuasi secara mandiri. Bahkan, warga sekitar juga mengumpulkan uang untuk membeli makanan bagi pengungsi Rohingya.

Amran, warga Desa Lancok yang ikut mengevakuasi, mengatakan pihaknya sengaja menarik kapal Rohingya itu karena merasa iba. “Kita merasa kasihan, apalagi di kapal itu banyak anak-anak. Situasi cuaca juga tidak bagus, kasihan mereka,” ujar Amran.

Protection Associate of United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Oktina berterimakasih kepada warga Aceh dan Pemerintah setempat dalam membantu evakuasi 94 etnis Rohingya.

“UNHCR siap membantu pemerintah daerah untuk proses karantina (94 rohingya) dan segala macam keperluan lainnya,” kata Oktina, di sela-sela proses evakuasi warga Rohingya di Pantai Lancok, Aceh Utara.

UNHCR juga akan melakukan registrasi terhadap 94 warga etnis Rohingya tersebut. Pihak belum memiliki rencana untuk memindahkan mereka ke tempat pengungsian di Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, para imigran itu tak diizinkan mendarat ke bibir Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, demi mengantisipasi penularan Corona atau Covid-19 meski tetap dipenuhi kebutuhannya. “Mereka terpaksa harus ditinggal di laut dan telah ada keputusan bersama mereka tidak akan dievakuasi ke daratan, karena Covid-19,” ujar Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, kepada awak media di TPI Bayu, Rabu malam (24/6). (mad)

Pos terkait