RS Rujukan Covid di Aceh Nyaris Penuh, Kasus Positif Tambah 28 Orang

  • Whatsapp
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani

BANDA ACEH – Kasus positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 bertambah lagi 28 orang, dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sembuh bertambah 93 orang, dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga meningkat sejak awal Mei 2021, sehingga ruang perawatannya nyaris penuh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Minggu (9/5/2021).

Bacaan Lainnya

“Tingginya kasus positif yang dirujuk ke rumah sakit menunjukkan meningkatnya kasus Covid-19 dengan gejala berat dan disertai penyakit komorbid,” katanya.

Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, kapasitas perawatan penderita Covid-19 di Aceh sebanyak 747 tempat tidur, termasuk rumah sakit lapangan RSUDZA Banda Aceh, yang diresmikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Letjend TNI Doni Monardo pada 20 April 2021 lalu.

Kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 yang mencapai 747 tempat tidur itu, lanjut SAG, meliputi 82 tempat tidur Ruang Intensive Care Unit (RICU), dan 665 tempat tidur isolasi rumah sakit, yang menyebar di seluruh Aceh. Paling banyak di RSUDZA Banda Aceh, yakni 15 tempat tidur RICU, dan 70 tempat tidur isolasi.

Ia mengabarkan, kapasitas RICU RSUDZA Banda Aceh yang saat ini terpakai sudah mencapai 11 tempat tidur, atau 73,3 persen dari 15 kapasitas yang ada. Sedangkan kapasitas ruang isolasi yang sedang terisi sebanyak 53 tempat tidur, atau 75,7 persen dari kapasitas  tempat tidur yang tersedia.

Menurut SAG, tingkat pengisian tempat tidur rumah sakit rujukan utama, RSUDZA Banda Aceh, perlu mendapat perhatian Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten/kota, khususnya dalam manajemen rujukan pasien Covid-19. Sebelum merujuk pasien harus memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan utama tersebut, agar pasien dapat ditangani dengan baik.

Pasien Covid-19 yang kondisi medisnya dapat ditangani di RSUD kabupaten/kota sebaiknya tidak dirujuk ke RSUDZA. Efisiensi dan efektifitas penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan utama harus benar-benar menjadi pertimbangan di tengah-tengah lonjakan kasus harian saat ini. Rujukan pasien Covid-19 harus dilakukan secara selektif, katanya.

“Manajemen rujukan yang ketat sangat penting saat ini agar semua pasien Covid-19 di Aceh mendapat pelayanan secara optimal sesuai kebutuhan medisnya,” ujar SAG.

Selanjutnya ia mengatakan, kasus-kasus baru positif Covid-19 diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan, dan perlu diantisipasi dengan ketersediaan tempat perawatan atau ruang isolasi di RSUD kabupaten/kota. Optimasi fungsi ruang-ruang perawatan yang ada merupakan solusi jangka pendek yang perlu dipertimbangkan, tutur SAG.

Ia juga mengatakan, informasi tentang daya dukung sistem perawatan di rumah sakit penting diketahui masyarakat agar lebih waspada dan jangan lagi mengabaikan protokol kesehatan. Apabila terus menantang bahaya dengan cara nekat tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan mengabaikan mencuci tangan dengan sabun, hampir dapat dipastikan akan menjadi korban virus corona.

“Jangan menantang virus corona, dan segera disiplinkan diri dan keluarga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” anjurnya.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  9 Mei 2021. Jumlah kasus Covid-19 secara akumulatif telah mencapai 11.830 kasus/orang. Para penyintas, yang sembuh dari Covid-19 sebanyak  10.061 orang. Pasien masih dirawat 1.295 orang, dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 474 orang.

Data akumulatif tersebut sudah mencakup penambahan 28 kasus konfirmasi baru Covid-19 selama waktu 24 jam terakhir, pasien yang sembuh sebanyak 93 orang, dan enam orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Kasus-kasus positif baru itu yakni warga Banda Aceh dan Aceh Besar, sama-sama 10 orang. Kemudian, masing-masing satu orang warga Aceh Timur, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Aceh Jaya, dan warga Aceh Barat. Sedangkan dua lainnya warga dari luar daerah.

Sementara 93  pasien sudah sembuh, yakni warga Banda Aceh 56 orang, Lhokseumawe enam orang, Aceh Tamiang lima orang, Gayo Lues dan Pidie, sama-sama empat orang. Warga Langsa, Aceh Tengah, Bireuen, dan warga Aceh Besar, masing-masing tiga orang. Warga Aceh Timur, dan Nagan Raya, sama-sama dua orang. Warga Aceh Utara dan Pidie Jaya, sama-sama satu orang.

Sedangkan enam orang yang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir meliputi warga Pidie sebanyak tiga orang, dan kemudia masing-masing satu orang warga Lhokseumawe, Bireuen, dan warga Banda Aceh.

“Hari ini bertambah enam orang lagi meninggal dunia,” katanya memastikan.

Lebih lanjut ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 722 orang, meliputi 635 orang sudah selesai isolasi, 10 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.011 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.777 orang, sedang isolasi di rumah 168 orang, dan 66 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.(*)

Pos terkait